Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan

Biaya Pendaftaran Seleksi PTN Naik

Biaya pendaftaran ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2013 ini dipastikan naik sekitar Rp 25.000 dari tahun sebelumnya.

Informasi ini diungkapkan Sekretaris Eksekutif I Panitia Lokal (Panlok) SBMPTN Bandung, Asep Gana Suganda, Kamis (4/4/2013). Untuk kelompok ujian Saintek (IPA) dan Sosial Humaniora (IPS) naik menjadi Rp 175.000 dari tahun sebelumnya Rp 150.000. Sementara itu, untuk kelompok ujian campuran naik menjadi Rp 200.000 dari biaya tahun sebelumnya Rp 175.000.

"Untuk tahun ini tidak ada subsidi dari pemerintah, makanya ada kenaikan," kata Asep saat ditemui seusai sosialisasi SBMPTN di Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung, Kamis (4/4/2013).

Meski ada kenaikan biaya pendaftaran, lanjut Asep, ada keuntungan untuk calon peserta ujian dari perubahan sistem pemilihan program studi (Prodi). Jika tahun lalu ujian seleksi peserta hanya dapat memilih dua prodi dalam satu kelompok ujian, tahun ini calon peserta dapat memilih tiga program studi dalam satu kelompok ujian.

"Kalau tahun kemarin hanya boleh dua, sekarang peserta boleh memilih tiga program studi baik dari kelompok Saintek, Soshum, maupun dari campuran," ujarnya.

Sementara itu, untuk pelaksanaan ujian akan dilakukan serempak pada tanggal 18-19 Juni 2013.

Panitia Lokal (Panlok) SBMPTN Bandung telah menyediakan 2.000 ruang kelas, tersebar di empat perguruan tinggi. Ribuan ruang kelas tersebut untuk menampung 40.000 peserta ujian dari seluruh Indonesia. "Untuk tenaga pengawas kita memakai satu orang pengawas untuk mengawasi 10 peserta. Dalam satu ruang ujian ada 20 orang. Jadi kita pakai dua orang pengawas dalam satu kelas," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, empat perguruan tinggi negeri di Bandung, yaitu Universitas Padjadjaran (UNPAD), Intstitut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, siap menyeleksi 40.000 peserta ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2013. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Eksekutif I Panitia Lokal (Panlok) SBMPTN Bandung, Asep Gana Suganda, siang tadi.(kompas.com)

Kewalahan Hadapi Anak Malas Belajar? Intip Tipsnya...

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/25/0933523620X310.jpg
Anda termasuk orangtua yang kewalahan menghadapi anak yang malas belajar? Orangtua tentu bakal khawatir jika sang buah hati terlihat tak semangat belajar, bahkan sampai memengaruhi hasil studinya di sekolah.

Untuk mengatasi hal seperti ini, orangtua harus mengamati penyebab utama anak kehilangan semangat untuk belajar. Psikolog LPT UI, Wita Mulyani, mengatakan bahwa orangtua kerap tidak sabar saat menghadapi anak yang enggan belajar sehingga kadang bersikap keras dan mulai dengan nada mengancam agar anak mau menurut. Padahal, langkah tersebut sama sekali tidak efektif dan justru membuat anak makin tak bersemangat untuk belajar.

"Dilihat dulu alasannya apa yang buat anak malas belajar. Ada gangguankah? Atau terlalu lelah setelah sekolah dan kursus?" ujar Wita saat diskusi tentan Pendidikan STEM di FX Lifestyle Center, Jakarta, Kamis (21/3/2013).

Apabila anak memang lelah, beri waktu untuk mereka beristirahat terlebih dahulu. Saat anak sudah mulai segar dan bisa beraktivitas kembali, ciptakan suasana yang mendukung untuk belajar dan siapkan alat yang mampu menarik minatnya.

"Buat anak senyaman mungkin. Dan kalau ada yang mengalihkan perhatiannya, maka dari awal siapkan alat yang mampu menarik minatnya untuk belajar," ujar Wita.

"Misalkan belajar Matematika. Jangan hanya sekadar teori tiga kali empat sama dengan 12, tapi pakai alat peraga atau permainan sehingga anak tidak bosan dan paham konsep dasar bukan sekadar hafalan," imbuhnya.

Tentu saja, durasi belajar juga harus diperhatikan. Terlalu lama belajar tentu akan membuat anak menjadi bosan dan apa yang sedang dipelajari tidak akan terserap optimal. Untuk itu, waktu belajar di rumah sebaiknya tidak terlalu lama karena sebelumnya anak sudah sibuk di sekolah.

"Durasi waktu di rumah jangan terlalu panjang. Misal 15 menit dulu untuk mengerjakan soal. Jadi, anak tidak bosan dan kehilangan minat," tandasnya.(kompas.com)

10 Tahun Lagi, Ahli Matematika Makin Dibutuhkan

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/03/21/1256432-jurusan-matematika-guru-mengajar-dosen-mahasiswa-620X310.jpg
Ilmu eksakta makin tahun makin memegang peranan penting. Bahkan kini muncul model pendidikan STEM, yaitu sains, teknologi, teknik, dan matematika, yang semuanya merupakan cabang dari ilmu eksakta. Model pendidikan ini dipercaya menjadi kunci sukses bagi anak-anak saat ini.

Franchise Division Director Eye Level Indonesia, Afan Suryadi, mengatakan bahwa dari riset yang dilakukan oleh National Science Foundation, sekitar 80 persen pekerjaan pada 10 tahun mendatang membutuhkan generasi yang ahli matematika dan ilmu pengetahuan serta melek teknologi.

"Dengan STEM ini tidak hanya sekadar meningkatkan kualitas hidup mereka nantinya, tapi juga meningkatkan daya saing SDM Indonesia di kancah dunia," kata Afan saat diskusi tentang pendidikan STEM di FX Lifestyle Center, Jakarta, Kamis (21/3/2013).

Terkait dengan perkembangan SDM Indonesia, ia menyebutkan bahwa saat ini pencapaian prestasi belajar siswa Indonesia menurun, khususnya di bidang sains dan matematika. Untuk bidang matematika, Indonesia berada di urutan ke-38 dari 42 negara dengan skor 386. Kemudian untuk bidang sains, Indonesia ada di urutan ke-40 dari 42 negara dengan skor 406.

"Padahal, kemampuan di bidang sains dan matematika ini akan semakin dibutuhkan nantinya. Karena itu, harus mulai diperkuat lagi agar prestasi Indonesia meningkat dan pasti diikuti dengan SDM yang berkualitas juga," jelas Afan.

Ia juga mengungkapkan bahwa dengan proses pendidikan STEM ini, anak-anak akan terdorong untuk mengasah kemampuan nalar dan berpikir kritis dalam memecahkan masalah. Selain itu, pendidikan ini juga membantu anak-anak untuk memahami isu yang lebih kompleks dan mencari solusi kreatif.

"Menguasai ilmu ini berarti mampu membuat keputusan dengan mempertimbangkan basic thinking dan critical thinking," tandasnya.(kompas.com)

Ujian Nasional SD Padangpanjang di Tujuh Sekolah

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/05/10/1404276620X310.JPG
Kepala Dinas Pendidikan Kota Padangpanjang Syahrizal mengatakan ujian nasional tingkat sekolah dasar di daerah ini akan dilaksanakan di tujuh sekolah gugus atau inti untuk memaksimalkan pengawasan.

"Sebanyak 40 sekolah dasar (SD) di Kota Padangpanjang akan dibagi menjadi tujuh kelompok pada sekolah gugus untuk menghadapi ujian nasional (UN) pada Mei 2013," katanya di Padangpanjang, Sumatera Barat, Senin (18/3/2013).

Dia mengatakan, pelaksanaan UN di tujuh sekolah gugus itu juga untuk menghindari terjadinya ketidakkondusifan suasana selama UN berlangsung.

Menurut dia, penggabungan sekolah mengahadapi UN tersebut juga beralasan agar para murid tidak terganggu konsentrasinya dalam menghadapi UN. "Kita tidak mau ada alasan lain saat siswa menjawab soal UN, seperti ada yang mengganggu ketenangan," katanya.

Dia berharap dengan dikolektifkannya menjadi tujuh kelompok tersebut para siswa bisa lebih maksimal menghadapi UN sehingga hasilnya memuaskan. Dari segi pengawasan selama UN, Dinas Pendidikan memakai sistem silang murni dari setiap sekolah. Dengan demikian siswa dari tiap-tiap sekolah tidak dikawal oleh guru sekolah yang bersangkutan.

"Kita memberlakukan ini guna terciptanya suasana yang kondusif selama UN berlangsung, serta tidak ada istilah KKN antara murid dan guru," kata dia.

Dengan adanya silang murni tersebut, lanjut Syahrizal, hasil yang didapat dari setiap siswa betul-betul murni atas kemampuannya sendiri. Ia juga menegaskan, apabila ada indikasi kecurangan antara murid dan guru pengawas seperti memberitahukan kunci soal, Disdik tidak akan segan-segan memberikan sanksi kepada guru dan siswa tersebut.

"Karena tidak tertutup kemungkinan, seorang guru pengawas akan bertepatan dengan saudaranya yang mengikuti ujian di salah satu sekolah di Kota Padangpanjang ini," katanya.

UN tingkat SD akan diikuti sebanyak 1.107 orang dari sekolah swasta dan negeri dengan target kelulusan 100 persen. "Mudahan-mudahan target tersebut bisa tercapai, sehingga program untuk mencerdaskan anak bangsa dan menjadikan Padangpanjang sebagai kota pendidikan bisa terealisasi," katanya.(kompas.com)

Kakek Berusia 106 Tahun Terima Gelar Diploma

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/03/06/1118587-frank-butler-p.jpg
Seorang kakek berusia 106 tahun yang putus sekolah karena harus membantu ibu dan kelima saudaranya akhirnya mendapat ijazah sekolah menengah atas.

Frank Butler mendapat gelar pemberian diploma kehormatan dalam upacara khusus di Beverly High School, Amerika Serikat. Dengan emosional dia mengucapkan terima kasih atas pemberian diploma kehormatan itu.

"Saya tidak pernah memperkirakan akan mendapatkan seperti ini. Saya benar-benar menghargainya," tuturnya seperti dikutip The Boston Globe.

Diploma yang diperolehnya ditaruh di atas pahanya karena dia duduk di kursi roda dan dengan jarinya yang ringkih dia memegangnya. Wajahnya, seperti dilaporkan The Boston Globe, penuh kegembiraan.

Tekankan pentingnya pendidikan

Butler lahir tahun 1906 dan di masa kecil dia bekerja di sebuah perusahaan percetakan kecil setiap pagi serta masuk sekolah sore selepas kerja di Beverly. Ketika mendapat tawaran pekerjaan tetap di perusahaan itu -saat duduk di kelas delapan- dia menerimanya dan meninggalkan sekolah karena harus membantu ibunya membesarkan dia dan kelima saudaranya.

Butler sempat masuk tentara dan ikut bertempur di Inggris serta Filipina pada masa Perang Dunia II dan belakangan bekerja pada departemen perairan kota.

Menantunya, Cathy Butler, mengatakan Frank selalu menyesal keluar dari sekolah dan menekankan kepada anak cucu dan cicitnya tentang pentingnya pendidikan.

"Dia menyesal tidak punya diploma namun dia selalu menjunjung semua nilai-nilai sekolah menengah atas yang diharapkan," tutur Cathy.

Kelima anaknya juga bersekolah di Beverly dan saat upacara pemberian diploma, cicitnya juga ikut hadir dan berfoto bersamanya.(kompas.com)

Ingin Pintar, Stop Jajan Sembarangan

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/21/5042979p.jpg
Selama ini, orang tua selalu khawatir dengan makanan yang dikonsumsi anak saat di sekolah. Pasalnya, berbagai macam jajanan yang tersedia di sekolah belum tentu sehat dan memiliki nutrisi yang baik.

Doktek Kecil-Mahir Gizi dari SD Negeri 003 Batu Aji Batam, Galuh Adhirangga mengatakan bahwa jajanan di sekolah memang beranekaragam dan lebih menarik minat daripada bekal yang dibawa dari rumah. Namun jajanan yang menarik tersebut justru miskin gizi dan jauh dari kata sehat.

"Kami anak-anak kan suka makanan yang berwarna padahal yang warnanya cerah itu malah banyak bahan pengawetnya," kata Galuh di sela acara Pemberian Penghargaan Dokter Kecil-Mahir Gizi di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, pekan lalu.

Untuk itu, ia berusaha untuk mengingatkan teman-teman sekolahnya agar selektif dalam memilih jajanan. Ia mengakui awalnya cukup sulit untuk mengajak teman-temannya dan pedagang kantin untuk menjual jajanan yang sehat. Namun dengan penyulyuhan berkala, akhirnya usahanya berhasil.

Hal serupa juga dialami oleh guru pendamping Madrasah Ibtidaiyah Darul Hikam, Ginawati. Ia mengungkapkan bahwa untuk meyakinkan para pedagang kantin, pihaknya melakukan uji tes jajanan tersebut. Selanjutnya, hasil dari uji tes tersebut dipasang di kelas dan di kantin sehingga anak-anak bisa memilih sendiri jajanan yang sehat.

"Awalnya ya pada monyong pedagang kantinnya. Tapi setelah melihat jajanan yang tidak sehat dan berbahan pengawet tidak laku, mereka mulai beralih. Namanya pedagang kan nggak mau rugi," ujar Ginawati.

"Anak-anak awalnya juga susah. Tapi setelah dibilang kalau jajan nggak sehat nanti nggak pinter, anak-anak langsung mau ikut," imbuhnya.

Selain menertibkan jajanan yang tidak sehat, ia dan tim dokter kecil-mahir gizi dari Program Caravan Gizi Dancow juga mulai membudayakan jajanan khas cirebon seperti tahu gejrot dan lain-lain untuk dijual di kantin sekolah. Langkah ini ternyata cukup berhasil sehingga jajanan yang tak bergizi dan penuh bahan pengawet sudah tak ada lagi di kantin sekolah.

"Orang tua ikut senang dengan langkah ini. Karena biasanya kan mereka khawatir kalau anak-anaknya jajan sembarangan," tandasnya.(kompas.com)

Ini Dia 50 Kampus Indonesia Paling Populer di Dunia

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/07/11/1256476620X310.jpg
Setelah 4 International Colleges & Universities (4ICU) merilis pemeringkatan pada akhir Januari lalu, situs pemeringkatan perguruan tinggi dunia lainnya, Webometrics, merilis ranking perguruan-perguruan tinggi di dunia pada akhir Februari 2013. Ada 360 perguruan tinggi di Indonesia yang masuk ke pemeringkatan Webometrics pada awal tahun 2013 ini.

Universitas Gadjah Mada (UGM) masih dinilai sebagai perguruan tinggi dengan performa dan popularitas situs yang terbaik di Indonesia. Namun, di ranking dunia, UGM tergeser dari peringkat 390 (survei Webometrics Juli 2012) ke peringkat 440.

Sementara itu, Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil menggeser posisi Universitas Indonesia (UI) yang sebelumnya bercokol di peringkat kedua di dalam negeri. Universitas Gunadarma adalah satu-satunya perguruan tinggi swasta yang berada di peringkat sepuluh besar dalam negeri, bahkan naik dari peringkat enam ke peringkat empat.

Dalam edisi awal tahun ini, Webometrics mengklaim melakukan pemeringkatan terhadap lebih dari 21.000 perguruan tinggi di dunia. Pemeringkatan dilakukan berdasarkan empat indikator, yaitu  impact, presence, openness, dan excellence terhadap situs web masing-masing perguruan tinggi. Indikator tidak terkait langsung dengan kualitas akademik dari setiap perguruan tinggi.(kompas.com)

Berikut ini adalah 50 kampus di Indonesia dengan performa dan popularitas situs web yang terbaik menurut survei Webometrics.

1. Universitas Gadjah Mada
2. Institut Teknologi Bandung
3. Universitas Indonesia
4. Universitas Gunadarma
5. Universitas Brawijaya
6. Universitas Diponegoro
7. Institut Pertanian Bogor
8. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
9. Universitas Padjadjaran
10. Universitas Airlangga    
11. Universitas Kristen Petra
12. Universitas Negeri Malang
13. Universitas Sriwijaya
14. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
15. Universitas Pendidikan Indonesia
16. Universitas Islam Indonesia
17. Universitas Sebelas Maret
18. Universitas Mercu Buana
19. Universitas Muhammadiyah Malang
20. Universitas Hasanuddin
21. Universitas Komputer Indonesia
22. Universitas Negeri Semarang
23. Universitas Muhammadiyah Surakarta
24. Universitas Esa Unggul
25. Universitas Bina Nusantara
26. Universitas Udayana
27. Universitas Negeri Yogyakarta
28. Universitas Sumatera Utara
29. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jakarta
30. Universitas Lampung
31. STMIK Amikom
32. Universitas Andalas
33. Universitas Pendidikan Ganesha
34. Universitas Jenderal Soedirman
35. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
36. Universitas Ahmad Dahlan
37. STISI Telkom
38. Universitas Narotama
39. Universitas Surabaya
40. Universitas Katolik Atma Jaya
41. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
42. Universitas Riau
43. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
44. Institut Teknologi Nasional
45. Universitas Pembangunan Nasional Jawa Timur
46. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
47. Universitas Negeri Surabaya
48. Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel
49. Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia
50. Universitas Syiah Kuala

Cuma 1 dari 8 Ayah yang Bacakan Buku kepada Anak

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/25/1802033-ayah-baca-buku-cerita-untuk-anak-620X310.jpg
Penulis laris James Patterson bergabung dengan Duchess of Cornwall dalam peluncuran kampanye mendorong lebih banyak ayah membacakan buku untuk anak-anak mereka. Pasalnya, sebuah jajak pendapat yang dilakukan yayasan membaca Booktrust mengungkapkan bahwa hanya satu dari delapan ayah yang mau membacakan buku kepada anaknya.

"Jika saya bisa membantu ayah-ayah yang lain untuk memahami peran mereka dalam membuat buku dan membaca lebih penting dalam kehidupan anak-anak, saya akan menjadi lelaki yang bahagia," kata Patterson.

Membaca, tambahnya bisa "membuka seluruh dunia kemungkinan bagi anak-anak mereka".

"Saya percaya bahwa ayah memiliki peran yang besar untuk mendorong anak-anak mereka untuk membaca," katanya saat peluncuran kampanye ayah membaca yang diberi nama Booktrust's Get Dads Reading, di sebuah perpustakaan di London.

Patterson sendiri mengaku mulai menulis buku anak-anak sejak 2005 didorong oleh keinginan untuk membuat anak lelakinya sendiri tertarik untuk membaca.

Penulis asal AS yang buku karyanya banyak dipinjam di perpustakaan di Inggris ini terkenal dengan sejumlah tulisannya seperti kisah detektif Alex Cross. Karya lainnya serial Maximum Ride dan Daniel X menjadi buku laris dan disukai anak-anak serta orang dewasa. Buku terbarunya dengan kisah tentang remaja di sekolah menengah akan dirilis bulan depan di AS.

"Ini bukan tentang membaca Charles Dickens atau Shakespeare, tetapi belajar untuk membaca dengan kepercayaan diri - jika anda bisa melakukannya maka bisa membantu anda di sekolah, kuliah dan pekerjaan," ungkapnya.

"Amerika ada di depan dalam membuat anak mau membaca, Inggris tertinggal di belakang Amerika - ada yang salah di sini," tambahnya kemudian.

'Peran perempuan'


Patterson yang meraih penghargaan penulis buku anak-anak tahun 2010, telah menjual sekitar 260 juta kopi bukunya di seluruh dunia. Novelis berusia 65 tahun ini juga membuat situs ReadKiddoRead untuk membantu ayah mencari buku-buku yang menarik untuk dibacakan ke anaknya.

Jajak pendapat Booktrust mengungkap bahwa hanya 13% ayah di Inggris yang mau membacakan buku untuk anak-anak mereka. Seperempat responden beralasan sibuk kerja membuat mereka tidak bisa membacakan buku untuk anak-anak mereka.

Kajian lain yang dilakukan Institusi Pendidikan menyebut banyak ayah yang memandang membaca buku merupakan peran seorang perempuan.

"Hal yang paling penting bagi ayah untuk memahami bahwa jika anak-anak melihat ayah mereka membaca, mereka terlihat lebih menikmati diri mereka sendiri," kata Viv Bird, kepala eksekutif Booktrust.

"Ada bukti bahwa anak laki-laki jauh tertinggal di belakang anak perempuan dalam membaca - dan ini menekankan bahwa penting bagi ayah untuk menjadi panutan bagi anak lelaki termasuk anak perempuan mereka ketika membaca,'' tambah Viv Bird.(kompas.com)

UGM-ITB-UI Masuk Daftar Kampus Terpopuler Asia

 http://assets.kompas.com/data/photo/2010/01/29/1628343620X310.jpg
Sebanyak 10 perguruan tinggi Indonesia masuk dalam Top 200 Asia sebagai kampus terpopuler versi pemeringkat Webometrics periode Februari 2013.

Seperti dikutip dari situs webometrics.info, di Jakarta, Sabtu (23/2/2013), UGM menduduki peringkat 70, disusul ITB (81), UI (95), Gunadarma (112), Unbraw (131), Undip (152), IPB (166), ITS (168), Unpad (177), dan Unair (194).

Adapun lima besar peringkat perguruan tinggi Asia ditempati National Taiwan University, University of Tokyo, Kyoto University, dan University of Hong Kong.

Webometrics melakukan pemeringkatan terhadap dari 20.000 perguruan tinggi dari 200 negara, sebanyak 356 di antaranya adalah perguruan tinggi di Indonesia. Lembaga pemeringkat yang berbasis di Spanyol ini, menggunakan 4 parameter penilaian yaitu Presence, Impact, Openness, dan Excellence.

Presence menunjukkan jumlah halaman web pada situs perguruan tinggi yang terindeks oleh Google. Impact diukur berdasarkan external inlink yang mengarah ke situs perguruan tinggi dari situs lain.

Openness menunjukkan jumlah dokumen yang terindeks di google scholar. Excellence merupakan jumlah publikasi international berdasarkan data dari Scimagojr.com yang membuat peringkat perguruan tinggi berdasarkan jumlah dan kualitas paper terindeks SCOPUS.

Khusus di Indonesia, peringkat 10 besar kampus terpopuler masih didominasi Perguruan Tinggi Negeri, kecuali Universitas Gunadarma menjadi PTS satu-satunya yang bercokol pada urutan ke-4. Meski begitu, tidak satupun perguruan tinggi asal Indonesia yang masuk dalam peringkat 100 terpopuler di dunia.

Perguruan tinggi Indonesia diwakili UGM hanya berada pada tingkat 440 dunia, ITB 497, UI 581, Gunadarma 634, dan Brawijaya 722, Undip 781.

Adapun peringkat perguruan tinggi terpopuler di dunia, didominasi kampus asal Amerika Serikat, yaitu Harvard University, Stanford University, Massachusetts Institute of Technology, Michigan State University, University of Pennsylvania.


Selanjutnya, University of California Los Angeles UCLA, University of California Berkeley, Columbia University New York, Cornell University, University of Minnesota.(kompas.com)

Wah, Ada "Harry Potter" di Kelas Inspirasi

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/21/1715084-fira-basuki-di-kelas-inspirasi-620X310.JPG
Jika ingin mengajak anak-anak bermimpi, maka beranilah berimajinasi. Prinsip ini yang digunakan oleh Fira Basuki saat terlibat dalam program Kelas Inspirasi, Rabu (20/2/2013).

Penulis dan Pemimpin Redaksi Cosmopolitan Fira Basuki mencoba memperkenalkan profesinya melalui tokoh Harry Potter, tokoh penyihir hasil imajinasi penulis JK Rowling. Bak Harry Potter, Fira membawa sapu lidi berukuran cukup besar, lalu memperagakannya seperti yang biasa dipakai tokoh dalam novel dan film Harry Potter.

Di depan para siswa kelas II, III, VI A, dan VI B SD di Negeri Kebon Baru 07 Pagi, Fira menceritakan bahwa untuk menjadi seorang penulis harus berani berimajinasi. Salah satunya dengan menamakan barang-barang yang dimiliki sama seperti nama orang, kemudian mengibaratkan barang-barang itu sebagai orang yang memiliki sifat dan karakter masing-masing. Sapu lidi yang dibawanya pun dipakai untuk menjelaskan terciptanya proses imajinasi.

Ibu dua anak ini mengaku bahagia mengenal kegiatan ini. Pasalnya, tak hanya anak-anak, para relawan juga banyak belajar.

“Selama ini saya sering banget jadi dosen di kampus-kampus untuk kuliah S-1 atau S-2, tapi tempatnya di aula. Baru kali ini saya mengajar anak SD di kelas, ibaratnya jadi guru seharian. Bukan hanya mereka belajar dari saya, tapi saya juga banyak belajar dari mereka. Semoga itu bisa memberikan inspirasi buat semua,” ungkap Fira.

Fira menjadi satu dari 11 relawan yang memperoleh kesempatan untuk mengikuti program Kelas Inspirasi yang digelar Indonesia Mengajar di SD Negeri Kebon Baru 07 Pagi yang terletak di Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Awalnya, Fira sudah mengetahui sendiri mengenai rencana pelaksanaan program ini. Namun, dia mengaku lebih tertarik lagi setelah diajak oleh salah satu temannya, Renee Suhardono, seorang career coach yang juga cukup ternama.

Di sekolah ini, selain Fira yang adalah penulis, berbagai profesi lain juga terlibat, seperti insinyur pertambangan, perekayasa teknik, peneliti, penulis, dan di bagian pemasaran. Para relawan yang terlibat dalam kegiatan ini tak hanya meluangkan waktu untuk mempersiapkan diri, mereka juga meluangkan waktu di sela-sela kesibukannya sehari-hari untuk mengajar anak-anak SD di lokasi yang sudah ditentukan. Bahkan ada yang harus mengajukan cuti atau meminta izin ke perusahaan tempatnya bekerja demi tujuan untuk berbagi informasi seputar profesi yang dijalani sehari-hari dan bagaimana cara untuk mencapainya.

Fira berharap agar ke depannya kegiatan ini semakin terorganisasi dengan baik, termasuk waktu penyelenggaraannya yang lebih teratur. Dengan demikian, orang-orang yang mau mendaftar sudah mengetahui kapan pelaksanaannya.

Kegiatan ini, lanjut Fira, dibutuhkan di tengah kurangnya perhatian pemerintah Indonesia terhadap pola pendidikan di Indonesia. Ia ingin agar pemerintah lebih memperhatikan lagi pendidikan dasar di Indonesia karena anak-anak itulah yang menjadi harapan Indonesia di masa depan.

“Untuk pemerintah sendiri belum ada standar di SD misalnya untuk gedung dan pola pengajaran. Saya harap pola pendidikan di Indonesia lebih diperhatikan karena anak-anak jadi harapan bangsa Indonesia,” tandasnya.(kompas.com)

Yuk Berbagi Motivasi kepada Anak-anak Jalanan!

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/18/1647398-kampanye-karya-anak-indonesia-sahabat-anak-620X310.jpg
Sekitar 55 persen anak-anak jalanan ternyata menyimpan mimpi untuk pekerjaan dan masa depan yang lebih baik serta pengembangan karakter yang positif. Mereka ingin perubahan dan mereka butuh kesempatan untuk mengubah hidup mereka.

Butuh orang yang mau berbagi kepada mereka bahwa cita-cita dan mimpi harus diperjuangkan. Butuh orang yang mau menginspirasi mereka bahwa perlu kerja keras, kreativitas dan inovasi untuk mewujudkan mimpi.

Komunitas pemerhati kesejahteraan anak, Sahabat Anak, mengajak masyarakat umum untuk turut serta mendukung cita-cita anak-anak jalanan tersebut melalui kampanye Karya Anak Indonesia (KADO). Siapa pun bisa membantu anak-anak jalanan untuk mewujudkan karya dan impian mereka hanya dengan menyediakan waktu untuk menjadi relawan pendamping.

Syaratnya, calon relawan harus berusia minimal 19 tahun pada tahun ini. Calon relawan juga harus memiliki minat terhadap pelayanan anak dan bersedia menandatangan Komitmen Perlindungan Anak serta bersedia menghadiri pelatihan pendamping penuh waktu paling tidak satu kali dan acara KADO yang akan digelar tanggal 28 April mendatang.

Berbagi motivasi
Kampanye KADO muncul setelah Sahabat Anak melakukan survei "Kapsul Impian" kepada 1.000 anak jalanan pada tahun 2012. Survei menunjukkan 55 persen anak jalanan memimpikan pekerjaan dan masa depan yang lebih cerah.

Tahun ini, kampanye KADO akan mengangkat tema "Aku Berharga, Aku Berkarya". Sejak awal pula, kampanye ini memang mengharapkan sebanyak mungkin partisipasi dari masyarakat untuk mendorong aspirasi pengembangan diri anak-anak jalanan di wilayah Jabodetabek.

"Motivasi dan semangat merupakan kata kunci bagi anak-anak kaum marjinal dalam meraih pekerjaan dan kesempatan yang mereka impikan. Sahabat Anak mengajak pihak yang peduli untuk ambil bagian menjadi agen perubahan yang senantiasa memberi motivasi dan semangat bagi adik-adik kami," kata Ketua Panitia KADO, Rama Adi Putra, dalam rilis yang diterima Kompas.com.

Kampanye KADO akan terbagi dalam dua tahap, yaitu Proyek Impian "Aku dan Sekitarku" yang diikuti oleh 500 anak jalanan dan 250 sukarelawan serta Jambore Sahabat Anak yang diikuti oleh seribu anak dengan 500 sukarelawan pendamping.

Dalam proyek Impian "Aku dan Sekitarku", anak-anak jalanan berusia 10-15 tahun di Jabodetabek akan dikumpulkan dalam kelompok-kelompok tertentu bersama lima relawan pendamping. Kelompok-kelompok ini akan diberi waktu dua bulan untuk menghasilkan suatu karya berupa produk, aksi atau pameran yang memiliki manfaat bagi lingkungan.

Setiap kelompok akan dibekali modal awal sebesar Rp 50.000 dan diperbolehkan untuk mencari sponsor dalam mengelola proyek mereka dengan memanfaatkan jejaring sosial yang ada berdasarkan kerangka waktu, anggaran dan rencana kerja. Kegiatan ini diharapkan bisa mengajarkan kepada anak-anak untuk menghargai proses.(kompas.com)

7 Jurusan yang Lulusannya Bergaji Besar

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/16/0900486-penukis-buku-tujuh-jurusan-bergaji-besar-ina-liem-budi-prast-620X310.jpg
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SNMPTN) 2013 sudah memasuki masa pendaftaran. Para siswa sekolah menengah atas (SMA) yang kini sedang bingung dengan jurusan apa yang tepat bagi mereka sehingga mampu menjamin masa depannya.

Ina Liem, penulis buku bertajuk Tujuh Jurusan Bergaji Besar, mengatakan bahwa ada tujuh jurusan yang dapat dijadikan pilihan oleh anak-anak yang hendak melanjutkan pendidikan tinggi. Tujuh jurusan ini diyakini mampu menunjang masa depan yang cerah karena bisa menuai penghasilan besar bagi lulusannya.

"Semua pekerjaan memang bisa mendapat gaji besar jika dirintis dengan benar. Tapi, untuk fresh graduate yang ingin mendapat gaji besar, tujuh jurusan ini bisa mewujudkannya," kata Ina saat World Education Expo Indonesia (WEEI) 2013 di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (15/2/2013).

Lantas, apakah tujuh jurusan itu?

1. Matematika
Wanita yang juga menjabat sebagai In-Country Manager La Trobe University ini memaparkan bahwa jurusan pertama yang mampu menghasilkan gaji besar adalah jurusan Matematika. Jangan salah, masuk ke jurusan Matematika justru membuka peluang untuk dapat bergabung dengan perusahaan besar kelas internasional.

"Biasanya kan lulusan Matematika disebutnya hanya bisa jadi guru. Enggak seperti itu juga. Justru lulusan Matematika ini berpotensi menjadi pakar analisa untuk perusahaan besar," ujar Ina.

2. Teknik Informatika
Jurusan kedua yang mampu menghasilkan uang banyak saat ini adalah jurusan Teknik Informatika atau lebih akrab disebut Information Technology (IT). Hal ini masuk akal melihat teknologi yang kian maju dan kebutuhan perusahaan akan ahli teknologi untuk memajukan bisnis yang dikelolanya.

3. Teknik Kimia
Jurusan ketiga yang mendongkrak masa depan seseorang adalah jurusan Teknik Kimia. Tentu tidak ada yang menyangka bahwa jurusan Teknik Kimia termasuk yang berpotensi bergaji besar. Pasalnya, jurusan ini justru tidak populer jika dibandingkan dengan jurusan Psikologi, Hukum, dan Kedokteran.

"Memang terlihatnya tidak populer. Tapi sekali lagi jangan salah, Teknik Kimia ini juga banyak dilirik. Contoh pasta gigi, sabun, atau cat tembok yang digunakan itu semua ada campur tangan lulusan Teknik Kimia," jelas Ina.

4. Manajemen
5. Geologi
6. Teknik Pertambangan
7. Teknik Perminyakan

Secara berturut-turut empat jurusan ini memang selalu disebut-sebut mampu menghasilkan uang berlimpah bagi para lulusannya. Apalagi, tiga jurusan terakhir.

"Geologi, pertambangan, dan perminyakan ini tidak usah ditanya. Biasanya, begitu masuk langsung bisa dapat gaji double digit," ungkap Ina.

"Namun, semua itu tidak cukup jika tidak memiliki soft skills yang baik. Jadi, jangan lupa kembangkan soft skills," tandasnya.

Menurut Oxford Dictionaries, soft skills adalah karakter pribadi yang memudahkan seseorang untuk berinteraksi dengan efektif dan harmonis dengan orang lain di sekitarnya.(kompas.com)

Lembar Jawaban UN Diberi 'Barcode'

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/05/07/0751293620X310.jpg
Persoalan kebocoran soal  Ujian Nasional (UN) menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam penyelenggaraan UN selanjutnya. Untuk mengatasi hal tersebut, Kemdikbud mengeluarkan format baru untuk naskah soal dan lembar jawaban UN 2013.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud, Khairil Anwar Notodiputro, mengatakan bahwa tahun ini naskah soal dan lembar jawaban UN dibuat menjadi satu kesatuan sehingga pembagiannya tidak dilakukan terpisah seperti pada pelaksanaan UN sebelumnya.

"Tahun ini, antara naskah soal dengan lembar jawaban tidak terpisah seperti biasa. Kalau dipisah malah petaka, karena jawaban anak bisa jadi tidak sesuai antara soal dan lembar jawaban UN," kata Khairil saat Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2013 di Pusat Pengembangan Tenaga Pendidikan di Depok, Selasa (12/2/2013).

Ia juga mengingatkan jika ada lembar jawaban yang rusak dan minta penggantian maka naskah soalnya juga harus diganti begitupula sebaliknya. Dengan demikian, potensi rumor kecurangan pada UN melalui cara memasukkan kode soal secara acak tidak lagi dapat dilakukan.

Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Teuku Ramli, membenarkan format baru ini. Bahkan pada lembar jawaban UN tertera barcode yang mengindikasikan kode naskah soal UN. Nantinya barcode ini akan dipindai oleh alat tertentu saat jawaban UN dikoreksi.

"Jadi tidak perlu lagi siswa memasukkan kode naskah soal karena sudah ada barcode itu," ujar Ramli.

"Jika mau curang dengan menukar lembar jawaban maka saat dikoreksi jawabannya tidak akan sesuai dengan soal karena ada barcode itu," tandasnya.

Selain penggunaan barcode dan penyatuan naskah soal dengan lembar jawaban UN, Kemdikbud juga menyiapkan 20 variasi soal pada UN tahun ini sehingga anak-anak bisa berkonsentrasi pada soalnya masing-masing tanpa perlu melihat pekerjaan temannya.(kompas.com)

Passing Grade SBMPTN 2013

Apakah Passing Grade SBMPTN 2013 Ada ?? Passing grade (batas minimal) merupakan fenomena tersendiri yang popular bagi calon mahasiswa baru. Terdapat kesimpulan umum yang keliru bahwa passing grade merupakan batas minimal agar diterima di sebuah PTN. Ya! keliru, karena pada dasarnya PTN maupun panitia SNMPTN (tahun depan namanya SBMPTN) tidak pernah menggunakan passing grade dalam penerimaannya.

Adapun system passing grade biasanya digunakan di PTS yang mempunyai banyak gelombang penerimaan mahasiswa. Misalnya di BINUS, di kampus yang berlokasi di Jakarta tersebut biasanya dalam setahun melaksanakan sampai sekitar sembilan gelombang penerimaan.

Nah PTS yang memakai system banyak gelombang penerimaan gini yang menggunakan system passing grade. Misalnya katakan passing grade di Informatika BINUS itu 80, maka semua anak yang nilainya diatas 80 akan dinyatakan diterima sebagai mahasiswa informatika. Sehingga mungkin aja jurusan-jurusan yang favorit sudah penuh kuotanya sejak gelombang gelombang awal. Karena banyak yang minat, secara kasar maka akan semakin banyak anak yang meraih nilai diatas 80 (missal tadi) sehingga kuota akan penuh sebelum gelombang terakhir. Contoh nyata di UPN Veteran Jogja dimana terdapat empat gelombang penerimaan, tetapi sampai gelombang kedua, jurusan teknik perminyakannya sudah penuh.

Nah, system tersebut ga mungkin diterapin di SNMPTN (tahun depan namanya SBMPTN) ataupun penerimaan mandiri PTN. Sistem SNMPTN maupun ujian mandiri PTN memakai rangking, jadi sebelum mengadakan seleksi, diumumkan kuotanya terlebih dahulu, baru kemudian hasil ujian calon mahasiswa tersebut di rangking dan yang akan diterima sebatas kuota tadi bedasarkan nilai terbaik.

Selama ini passing grade yang beredar tersebut dibuat oleh bimbel, jadi angka-angka yang tertera tidak jelas asal muasalnya dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.Yang mesti kita lakuin adalah mempersiapkan SNMPTN (tahun ini namanya SBMPTN) sebaik mungkin. Yak karena mempercayai passing grade yang ga jelas asal-usulnya sehingga mengubah keputusan kita merupakan suatu hal yang bisa jadi blunder. Blunder apabila jurusan yang kita anggap persaingannya ketat ternyata "gampang" atau sebaliknya. Blunder apabila kita ganti jurusan yang minati cuma gara-gara passing grade nya gede. Blunder apabila kita menganggap semakin tinggi passing grade, maka jurusan tersebut semakin besar peluang kerjanya/paling menjamin.

Lalu apa parameter buat mengukur tingkat ketetatan suatu jurusan? Nah disini kita lebih tepat melihat daya tampung per peminat tahun lalu untuk mengukur suatu ketetatan jurusan.Kenapa digunakan peminat tahun lalu? Karena kita ga bakal tau peminat yang akan datang, jadi diasumsikan bahwa peminat tidak akan jauh berbeda dari tahun lalu. Kenapa lebih tepat digunakan parameter tersebut? Karena apabila peminatnya banyak dan daya tampungnya kecil, maka otomatis untuk bisa lulus di jurusan tersebut akan relative lebih sulit disbanding jurusan yang peminatnya sedikit namun daya tampungnya besar.

Misalnya nih setelah kita memutuskan pengen ke FK, trus baru menentukan kira-kira kampus mana yang peluang masuknya besar, maka lihat daya tampung per kuota masing-masing PTN. Daya tampung PTN 2013 dan Peminat tahun 2012 akan diumumkan bersamaan dengan dibukanya pendaftaran SNMPTN Undangan. Jadi PR untuk nanti ketika pengumuman pembukaan pendaftaran SBMPTN adalah melihat data tampung dan pendaftar tahun lalu.

Tugas anda sekarang ada dua, yaitu: belajar sebaik mungkin dan tentukan minat dan jurusan.

Pengamanan Soal Ujian Nasional 2013 Akan Diperketat

 http://assets.kompas.com/data/photo/2012/05/07/0751293620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Pengamanan naskah soal ujian nasional (UN) pada tahun ajaran 2013 oleh tim pengawasan akan lebih diperketat mulai dari pencetakan, penyimpanan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah.

"Kalau sebelumnya naskah soal UN disimpan di Polsek sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah dan kita yang menjaga polisi, sekarang kita yang menentukan tempat penyimpanan dan polisi yang mengamankan," kata Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof H Sunarpi PhD di Mataram, Minggu (23/12/2012).

Ia mengatakan, ini merupakan bagian dari proses pengamanan naskah soal UN yang harus dilakukan secara ketat di semua titik rawan guna mencegah terjadinya kebocoran.

Pengamanan naskah soal UN 2013 harus dilakukan sampai ke ruangan tempat berlangsungnya ujian, dan ini merupakan tanggung jawab peguruan tinggi.

Dalam kaitan itu, katanya, rektor akan menandatangani pakta integritas dengan Badan Sandar Nasional Pendidikan (BSNP) yang dilanjutkan dengan pembentukan tim kerja UN tingkat provinsi terkait dengan pengawasan bahan ujian di percetakan.

"Tim bertugas mengamankan soal-soal dalam proses pencetakan. Apa pun yang terjadi dalam proses pencetakan soal UN merupakan tanggung jawab kami yang jumlahnya 20 paket soal untuk setiap ruangan tempat berlangsungnya ujian," ujarnya.

Menurut Sunarpi, pengamanan juga dilakukan pada saat penarikan lembar jawaban ke univeritas dan selama dilakukan proses pemindaian dan mengirim hasilnya, terakhir membuat laporan tentang proses pelaksanaan UN tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat Lalu Syafi’i mengatakan, soal UN SMA/MA SMK pada tahun ajaran 2013 telah ditetapkan sebanyak 20 paket yang masing-masing peserta soalnya tidak sama, sementara pada tahun sebelumnya hanya lima paket.

"Soal ujian di masing-masing ruangan ujian berbeda, atau setiap peserta akan mendapatkan isi teks soal berbeda dengan yang lainnya. Sementara kriteria kelulusan pada UN sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni 60 persen hasil UN dan 40 persen ujian sekolah," katanya.

Ia mengatakan yang berbeda adalah jika pada 2012 ujian kesetaraan regulasinya sama, maka pada 2013 baik regulasi maupun prosedur operasional standar (POS) sama dengan UN.

Dia mengatakan, pada 2013 keterlibatan perguruan tinggi pada pelaksanaan UN tersebut lebih luas, mulai dari persiapan, penyiapan pengawas, pengumuman dan pembuatan laporan.(kompas.com)

Indischools Sebar 100.000 Titik "Wifi" di Semua Sekolah

SUPERIOR QUANTUM - Program Indischools (Indonesia Digital Schools) yang digagas PT Telkom bekerja sama dengan Kemendikbud RI menargetkan terbangunnya 100.000 instalasi titik wifi di semua sekolah di Indonesia hingga akhir 2013 nanti. Fasilitas wifi itu diharapkan mampu menunjang pola pengembangan pendidikan, khususnya pada kurikulum baru tahun depan.

Sebanyak 100.000 titik wifi tersebut, kata General Manager Divisi Business Service Regional Jatim Firdaus Roeswandi, akan disebar di sekolah-sekolah mulai dari jenjang SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.

"Di Jatim sendiri, fasilitas wifi kini tengah diinstal di 300 sekolah dari 17.500 titik sekolah yang ditargetkan," katanya, Sabtu (22/12/2012).

Dia berharap, dengan kemudahan mengakses internet kecepatan tinggi (broadband) di lingkungan sekolah, para pengajar bisa menerapkan sistem pengajaran yang lebih mudah dan menyenangkan bagi pelajar maupun siswa.

"Tapi, pengawasan dan pemantauan tetap penting dilakukan kepada siswa agar tidak menyalahgunakan penggunaan internet," tambahnya.

Indischools adalah merupakan program Telkom di bidang pendidikan dari rencana Indonesia Digital Network (IDN) yang akan diimplementasikan sampai 2015. Melalui IDN, Telkom akan mewujudkan bangsa Indonesia yang maju, meningkatkan perekonomian bangsa melalui pemanfaatan teknologi informasi untuk mempercepat penetrasi akses broadband.

Indischools tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani Direktur Enterprise PT Telkom M Awaluddin dan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Prof Dr Ainun Na'im, PhD dengan disaksikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh.

Penandatanganan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Anugerah Ki Hajar (Kita Harus Belajar) di Jakarta, awal November lalu. SMA Negeri 5 Surabaya adalah sekolah pertama yang mulai kemarin sudah menerapkan program Indischools.(kompas.com)

Pilih: Les Privat atau Bimbingan Belajar

SUPERIOR QUANTUM - Kenaikan kelas tidak lama lagi. Walau sudah belajar keras, kadang kita masih gelisah, deg-degan, khawatir tidak bisa mengerjakan ujian akhir. Walau tinggal beberapa minggu lagi, tak ada salahnya kita mempersiapkan diri, misalnya dengan belajar bersama, ikut les privat atau bimbingan belajar di sekolah.

Di sekolah kita memang sudah belajar, tetapi di rumah kita harus belajar lagi. PR adalah latihan dalam memecahkan soal.

Paling enak bila kita bisa belajar bersama, di sana kita bisa bertanya langsung tentang hal-hal yang tidak dimengerti.

Tetapi kadang belajar di sekolah pun kita merasa masih kurang. Untuk itulah kita membutuhkan pelajaran tambahan di luar jam sekolah, yang disebut les.

Kita bisa mengikuti les privat, semiprivat (berkelompok), atau bimbingan belajar (bimbel) yang diadakan lembaga bimbingan belajar.

Les privat berlangsung di rumah, dengan guru les dipanggil ke rumah. Karena hanya menghadapi satu murid, guru privat punya waktu untuk menerangkan dengan lebih rinci dan jelas.

Les privat cocok untuk kita yang ingin belajar dengan suasana tenang, tidak berisik. Terutama buat kamu yang agak malu bertanya di dalam kelas. Dengan guru privat, kita bisa bertanya sepuas-puasnya.

Sama seperti les privat, les ini juga diadakan di rumah. Tetapi pesertanya lebih dari satu. Bila punya kelompok belajar, kamu bisa mengajak kelompok belajar dan memanggil guru les ke rumah.

Lebih enak lagi kalau tempat lesnya berpindah- pindah sehingga semua peserta mendapat giliran rumahnya menjadi tempat kursus.

Ada beberapa sekolah yang setiap menghadapi kenaikan kelas mengadakan bimbingan belajar (bimbel) untuk sekelas. Tidak ada keharusan ikut, kalau kamu memang memilih ikut les privat atau semiprivat.

Bimbingan belajar di kelas ini sebetulnya lebih menarik karena banyak teman, dengan guru yang sama. Karena bimbingan belajar ini di luar jam pelajaran biasa, suasananya lebih santai, maka pelajaran pun biasanya lebih mudah dicerna.

Selain bimbingan belajar yang diadakan di sekolah, sekarang banyak sekali tempat kursus yang mengadakan bimbel.

Ada keuntungan bagi teman-teman kelas enam ikut bimbel. Karena di bimbel selain mengulang seluruh pelajaran, kita juga diajak mengerjakan soal-soal ujian tahun-tahun sebelumnya.

Untuk menghadapi ujian akhir kita memang harus rajin latihan, tidak sering bolos bimbel, dan mencapai nilai tertentu untuk setiap try out (uji coba) yang diadakan.(kompas.com)

Boleh santai asal tetap sopan

Les di rumah, ikut semiprivat, atau bimbingan belajar, harus kita sadari dari awal sifatnya hanya pelajaran tambahan. Berhasil tidaknya kita ikut kegiatan ini, tergantung sikap kita sendiri. Agar kita termotivasi belajar dengan tekun, siapkan sikap saat berangkat kursus dengan:

  1. Pakailah pakaian yang sopan, tetapi nyaman agar tidak mengganggu konsentrasi.
  2. Kita boleh menggunakan sepatu sandal, atau sandal yang ringan, asal bukan
  3. sandal jepit.
  4. Tetaplah hormat kepada pembimbing walau kita tidak memanggil bapak atau
  5. ibu seperti di sekolah. Panggilan guru pembimbing biasanya kakak.
  6. Berteman dengan baik dengan sesama peserta, yang biasanya dari beberapa
  7. sekolah berbeda. Keakraban dengan sesama peserta membuat suasana belajar
  8. lebih nyaman.
  9. Usahakan tidak sering membolos, tetap mempertahankan semangat belajar.
  10. Suasana kelas memang lebih santai, tidak seserius belajar di sekolah.

Agar Bangsa Indonesia Tak seperti Sirkus

 http://assets.kompas.com/data/photo/2012/02/27/0820265620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan bahwa salah satu instrumen penting untuk memperbaiki kondisi bangsa saat ini adalah pendidikan. Karena itu, pemerintah terus menggalakkan pendidikan karakter, termasuk dalam kurikulum baru yang akan diterapkan pada Juni 2013.

"Pendidikan karakter ini penting bagi bangsa Indonesia agar tidak kehilangan karakter. Sirkus itu adalah kasus paling sederhana hilangnya karakter," kata Nuh saat sosialisasi Uji Publik Pengembangan Kurikulum 2013 di Alun-alun Selatan, Yogyakarta, Sabtu (1/12/2012).

Ia mengambil contoh seekor singa yang ada di dalam sirkus. Umumnya singa adalah hewan ganas. Namun jika menonton singa menjadi hewan jinak yang bahkan mau mematuhi perintah manusia, maka hal tersebut memang menarik walau dalam taraf hiburan dan lelucon saja.

"Memang lucu dan menarik. Tapi sirkus itu bukan kehidupan sejati. Karena itu, orang atau bangsa yang kehilangan karakter itu menarik, tapi dalam ranah lelucon," ujar Nuh.

"Sebagai bangsa Indonesia yang punya keinginan untuk bangkit, pendidikan karakter ini wajib. Ini dapat juga dibangun melalui budaya," imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa kurikulum baru pengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ini mengedepankan seimbangnya soft skill dan hard skill untuk mewujudkan pendidikan karakter bagi generasi muda. Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter ini dapat berhasil jika dimulai sejak dini.

"Harus dari bangku dasar. Contohnya saja jujur. Kalau anak-anak ini dari kecil sudah ditanamkan kejujuran, maka karakter bangsa yang terbangun akan seperti itu, dan kasus korupsi tidak seperti sekarang ini," tandasnya.(kompas.com)

Yohanes Surya: IPA Dihapus, Pembodohan secara Nasional

 http://assets.kompas.com/data/photo/2012/09/03/1131246620X310.JPG
SUPERIOR QUANTUM - Perombakan kurikulum menimbulkan perubahan besar-besaran terhadap kurikulum tingkat sekolah dasar (SD). Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) bakal dihapus dan materinya akan diintegrasikan dengan mata pelajaran pokok, seperti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Bahasa Indonesia, dan Matematika.

Penghapusan mata pelajaran IPA mendapat tentangan keras dari pendiri Surya Institute, Yohanes Surya. Menurut Yohanes Surya, IPA harus sudah diajarkan sejak SD sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri.

“IPA itu harus diajarkan sejak SD dan dipisahkan sebagai mata pelajaran, jangan digabung dengan Bahasa Indonesia. Kala digabung, indikatornya juga jadi indikator bahasa kan? Misalnya, belajar listrik. Karena indikatornya bahasa kan maka jadinya membikin puisi listrik. Enggak nyambung,” tuturnya kepada Kompas.com, Rabu (28/11/2012).

Yohanes Surya menyesal karena penghapusan mata pelajaran IPA justru dilakukan di tengah upaya memopulerkan sains kepada para siswa di seantero Indonesia. Rencana pemerintah ini dinilai hanya akan membuat pendidikan Indonesia makin terpuruk.

“Kita lihat masalah utamanya adalah IPA diintegrasikan sama Bahasa Indonesia, lalu ketika diintegrasikan, ada sekitar 60-70 persen materi IPA yang dipangkas. Ini yang bahaya. Sekarang kita mau gencar-gencarnya promosi sains, pemerintah malah memangkas sains. Sistem pendidikan kita sekarang berada di paling bawah, lalu IPA dipotong 70 persen, makin kacau kan. Bayangkan, Indonesia akan jadi apa kalau 70 persen materi IPA akan dipangkas. Kita mau jadi apa?” ungkapnya.

Walau demikian, Yohanes Surya tak menampik bahwa memang memang ada masalah dalam penyampaian IPA dari guru siswa sehingga mata pelajaran ini dianggap memberatkan anak-anak usia SD. IPA dianggap sebagai momok bagi anak-anak karena tidak diajarkan dengan menarik.

Menurut Yohanes Surya, jika IPA diajarkan dengan asyik dan menyenangkan, IPA tentu tidak akan menjadi beban bagi anak-anak. Oleh karena itu, solusi yang ditemukan bukanlah penghapusan mata pelajaran ini.

“Saya menentang habis-habisan pengintegrasian ini. Saya akan terus menentang sampai pemerintah bosan juga mendengarnya,” katanya.

“Kan sayang kalau Indonesia terjadi pembodohan secara nasional,” tandasnya kemudian.(kompas.com)

Meja 'Pintar' Tingkatkan Kemampuan Matematika Anak

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/28/1118537-meja-pintar-matematika-620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Meja belajar dengan teknologi yang memungkinkan proses interaktif bisa membantu kemampuan matematika murid sekolah dasar. Hal itu diungkapkan oleh para peneliti di Universitas Durham, Inggris, berdasarkan proyek selama tiga tahun yang melibatkan 400 siswa berusia delapan hingga 10 tahun.

Dilengkapi dengan layar sentuh yang memungkinkan interaksi antar beberapa pengguna, meja 'pintar' itu dirancang, diproduksi, dan diuji oleh Universitas Durham. Dengan meja tersebut maka para murid bisa bekerja sama tanpa ada individu yang mendominasi.

Salah seorang peneliti, Dr Emma Mercier, mengatakan meja pintar itu membantu para siswa untuk menemukan beragam jawaban atas pertanyaan aritmetika.

Guru sedikit berinteraksi
Hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal pendidikan Learning and Instruction memperlihatkan meja pintar memungkinkan para murid berkolaborasi untuk menemukan jalan keluar. Ditambahkan bahwa siswa lebih terdorong untuk menggunakan ketrampilan matematika dalam memecahkan persoalan jika menggunakan meja pintar dibanding dengan menggunakan kertas.

"Kita bisa mencapai kepiawaian matematika melalui latihan, namun mendorong kemampuan siswa untuk menemukan berbagai jawaban atas persoalan matematika lebih sulit untuk diajarkan," tutur Dr Mercier.

Dengan menggunakan meja pintar yang dikembangkan Universitas Durham ini maka guru juga bisa mendapat masukan secara langsung dan memberikan bantuan setiap saat jika diperlukan.

"Belajar bersama berjalan dengan baik di kelas karena para siswa berinteraksi dan belajar dengan berbagai cara. Siswa menikmati pengerjaan matematika dengan cara ini dan selalu kecewa ketika mejanya dimatikan," tambag Dr Mercier.

Namun karena harga meja mahal maka masih diperlukan waktu yang panjang sebelum meja tersebut menjadi peralatan yang umum di sekolah-sekolah. Bagaimanapun, tim peneliti sudah berhasil menemukan beberapa cara untuk mengurangi biaya pembuatan meja pintar.(kompas.com)