Tampilkan postingan dengan label Kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kampus. Tampilkan semua postingan

Mahasiswa UNY Kembangkan Mesin Ketik Huruf Braille

 http://assets.kompas.com/data/photo/2010/10/22/1149024620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Mahasiswa Jurusan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Zaenal Mutaqin mengembangkan mesin ketik huruf braille memanfaatkan printer bekas.

"Mesin ketik itu membantu orang awas membuat huruf braille dengan mudah, tanpa harus menghapal setiap motif huruf. Kelebihan lain adalah harga relatif terjangkau, sekitar Rp 700.000 per unit," kata Zaenal di Yogyakarta, Minggu (30/12/2012).

Menurut dia semua perintah kerja pada mesin ketik itu terdapat pada keyboard. Beberapa tombol utama seperti F9 berfungsi menarik kertas ke bawah dan tombol F10 untuk menarik kertas ke arah sebaliknya.

Tombol F11 dan F12 berfungsi untuk menggeser solenoid ke kiri dan ke kanan untuk mendapatkan posisi yang tepat pada kertas. "Untuk menghentikan perintah dari tombol-tombol tersebut kita dapat menggunakan tombol spasi, sedangkan untuk menurunkan solenoid satu baris kita dapat menggunakan tombol F8," katanya.

Ia mengatakan pada mesin ketik tersebut setiap tombol huruf, angka, dan tanda baca yang ditekan akan menghasilkan ’output" berupa gerakan dua buah motor stepper dan solenoid sehingga akan menghasilkan motif huruf braille yang dimaksud pada kertas.

"Mesin ketik huruf braille elektronik itu berbasis mikrokontroler ATmega16 yang terdiri atas tiga bagian," katanya.

Bagian pertama terdiri atas sebuah keyboard dengan spesifikasi votre sturdy ps2. Keyboard tersebut menghasilkan data serial pada setiap tombol yang ditekan. Bagian kedua adalah sistem minimum. Pada rangkaian itu terdapat sebuah mikrokontroler ATmega16 sebagai pengontrol kerja seluruh bagian mesin ketik.

Bagian ketiga adalah tiga buah output mekanik yang terdapat dua buah motor stepper dan sebuah solenoid, motor stepper pertama berfungsi untuk menarik kertas, sedangkan motor stepper kedua berfungsi menggeser posisi solenoid.

"Pengembangan mesik ketik huruf braille itu di bawah bimbingan dosen Pendidikan Teknik Elektronika Fakultas Teknik UNY Putu Sudira," katanya.(kompas.com)

UI Perguruan Terbaik di Indonesia

 http://pelatihanfkmui.com/admin/uploaded/b6daa5faa80ef8dcdf303c133adf3fed0d3f1bf8ui-icon.png
SUPERIOR QUANTUM - Universitas Indonesia (UI) tetap menjadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia berdasarkan pemeringakatan versi Quacquarelli Symonds (QS) Asian Ranking University 2012 . UI berada di posisi 59 Asia (skor 59,68) berdasarkan daftar pemeringkatan perguruan tinggi dunia Quacquarelli Symonds (QS) Asian Ranking University 2012 yang dikeluarkan pada September 2012.

Perguruan tinggi Indonesia yang juga masuk dalam pemeringkatan ini adalah Institut Teknologi Bandung/ITB (peringkat 113) dengan skor (42,69), Universitas Gadjah Mada (peringkat 118) dengan skor (42,21), dan Universitas Airlangga (Peringkat 135) dengan skor (39,42).

Pemeringkatan QS Asian Rangking University bagian dari QS World University Ranking 2012 atau pemeringkatan perguruan tinggi dunia. Sebanyak lebih dari 600 perguruan tinggi terbaik di dunia dinilai berdasarkan lima bidang keilmuan yaitu Arts and Humanities, Engineering and Technology, Life Sciences and Medicine, Natural Science, Social Sciences & Management, dan secara keseluruhan UI berada pada peringkat 273 dunia

Siane Indriani, Kepala Kantor Komunikasi UI, Rabu (12/9/2012), mengatakan pencapaian UI mempertahankan peringkat yang terbaik di negeri ini didasarkan pada enam parameter pemeringkatan yang dinilai QS World University Ranking, yaitu academic reputation, employer reputation,student/faculty ratio, citations per faculty, international faculty dan international students. Salah satu indikator penilaian dalam QS World Ranking University adalah kegiatan riset.

Riset yang dikembangkan oleh Sivitas Akademika UI dikelola oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM UI). Pada 2012, total dana riset yang dikeluarkan oleh UI mencapai Rp 18,29 Miliar untuk 1.587 kegiatan riset. Berbagai pencapaian riset yang dihasilkan oleh para dosen dan mahasiswa UI akan ditampilkan kepada masyarakat umum dalam Gelar Ilmu UI 2012 yang diselenggarakan pada 12-13 September 2012 di Balairung, Kampus UI Depok.(kompas.com)

Pramuka Tetap Diminati Siswa

 http://assets.kompas.com/data/photo/2012/09/08/1058161620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Kegiatan Pramuka masih eksis di sekolah-sekolah. Tawaran ekstrakurikuler Pramuka tetap diminati siswa.

"Saya kenal Pramuka pas SD saja. Ketika di SMK ada pilihan ekstrakurilkuler Pramuka, saya merasa sreg," kata Ida Mulsani, siswa kelas X SMKN 4 Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (8/9/2012).

Menurut Ida yang memilih program keahlian tata boga ini, ekstrakurikuler Pramuka masih diminati siswa lainnya. Yang mengikuti Pramuka siswa kelas X dan XII.

Di halaman SMKN 4 Mataram terlihat puluhan siswa berbaju Pramuka sedang berlatih. Selain latihan rutin, para anggota Pramuka sekolah ini sedang mempersiapkan diri melatih berbagai gerakan dengan memanfaatkan tongkat Pramuka untuk ikut loma baris-berbaris Pramuka se-Kota Mataram.

Sekolah memberikan waktu untuk menjalankan berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah pada Sabtu pagi. Selama dua jam pelajaran pada Sabtu pagi, siswa leluasa mengembangkan diri di bidang olah raga maupun seni.

Para guru pun berkesempatan untuk melakukan kegiatan bersama. Biasanya para guru senam pagi usai rapat bersama. Ada juga yang melanjutkan dengan main bola basket, baik bersama guru, maupun bergabung dengan siswa.

Siswa Jalanan Tembus Perguruan Tinggi Negeri

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/07/25/0924348620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Tujuh siswa jalanan yang bersekolah di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Insan Mandiri lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Mereka lolos setelah mengikuti beragam seleksi tahun ini. Semua siswa tersebut dari keluarga miskin yang tidak memiliki penghasilan tetap.

Untuk menopang hidup, para siswa yang lulus perguruan tinggi ini sebagian harus bekerja di jalanan. "Kami turut bangga, bersyukur, terharu. Di tengah keterbasan mereka tidak menyerah sehingga dapat lolos masuk ke perguruan tinggi. Orangtuanya pasti banga, kami pun turut bangga," kata Nurrohim, pendiri dan pembina PKBM Bina Insan Mandiri, Minggu (5/8/2012) di Depok.

Delapan siswa ini antara lain Muhammad Muar, Mohamad Irvan, Dwi Wulansari, Alfis Syahrin, Bagus Pangke, Andika Febriansyah, dan Prayudo. Tahun lalu, tiga siswa Sekolah Master menembus perguruan tinggi negeri M Muar, Dodi Dores, Tuti Pujianti. M Muar kembali mengikuti seleksi karena masuk ke kampus sebelumnya melalui jalur mandiri.

Meski sudah lolos, mereka harus menghadapi persoalan baru yang tak kalah beratnya. Persoalan itu adalah biaya kuliah. Tidak satu pun dari delapan siswa ini mengaku beres. Mereka sedang berjuang dengan segala daya upaya mencari keringanan di kampusnya masing-masing.

Persoalan ini baru diketahui setelah masuk kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta Timur. "Biayanya lebih tinggi dari jalur reguler, biayanya terlalu berat. Saya memutuskan ikut seleksi lagi mengambil reguler," tutur Muar.(kompas.com)

10 Website Kampus Indonesia Paling Eksis di Dunia

http://img.okeinfo.net/content/2012/08/01/373/671749/I0K4TklDH7.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Baru-baru ini, lembaga pemeringkatan Webometrics mengeluarkan daftar pemeringkatan teranyar untuk website perguruan-perguruan tinggi dunia.

Dalam peringkat Webometrics edisi Juli 2012, 361 website perguruan tinggi Indonesia masuk dalam daftar pemeringkatan. Angka ini naik dari daftar peringkat Webometrics Januari lalu, yakni 352 website. Pemeringkatan Webometrics sendiri melibatkan 20 ribu laman resmi kampus-kampus dari seluruh dunia.

Dari daftar tersebut, sembilan dari sepuluh besar website kampus paling eksis di Indonesia adalah website milik perguruan tinggi negeri (PTN). Laman resmi Universitas Gadjah Mada (UGM) menempati posisi pertama untuk wilayah Indonesia. Dalam peringkat dunia, UGM berada di posisi ke-379, dan peringkat kesembilan di lingkup ASEAN.

Setelah UGM ada Universitas Indonesia (UI) di peringkat ke-507 dan Institut Teknologi Bandung (ITB) di rangking ke-568. Sementara itu, satu-satunya laman resmi perguruan tinggi swasta (PTS) yang masuk 10 besar ini adalah milik Universitas Gunadarma. Ia berada di peringkat keenam atau peringkat ke-740 dunia.

Berikut 10 besar website kampus Indonesia tereksis di dunia versi Webometrics Juli 2012, seperti dikutip Okezone dari keterangan tertulis Universitas Gunadarma, Rabu (1/8/2012):
  1. Gadjah Mada (Peringkat Dunia: 379; Peringkat ASEAN: 9)
  2. Universitas Indonesia (507; 15 )
  3. Institut Teknologi Bandung (568; 18)
  4. Institut Teknologi Sepuluh November (582; 19)
  5. Universitas Pendidikan Indonesia (630; 22)
  6. Universitas Gunadarma (740; 24)
  7. Institut Pertanian Bogor (764; 25)
  8. Universitas Brawijaya (837; 29)
  9. Universitas Sebelas Maret (883; 30)
  10. Universitas Diponegoro (948; 32)
Di lingkup ASEAN, ada 33 situs resmi kampus Indonesia masuk ke daftar Top 100 ASEAN. Posisi ini ada di bawah Thailand yang menempatkan 35 perguruan tinggi. Di peringkat ketiga ada Malaysia dengan menempatkan 18 wakil di daftar tersebut.

Empat website PTN Indonesia juga berhasil masuk ke Top 100 Asia. Keempatnya adalah UGM (50), UI (79), ITB (92) dan ITS (96). Peringkat lima besar Asia ditempati oleh University of Tokyo, National Taiwan University, Kyoto University, National University of Singapore, dan Tsinghua University.(okezone.com)

Rektor UI Akan Dijabat Eselon I

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/10/06/0926104620X310.JPG
SUPERIOR QUANTUM - Untuk mencegah kekosongan kepemimpinan jabatan rektor di Universitas Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menugaskan salah seorang pejabat tingkat eselon I untuk menjadi pejabat sementara rektor Universitas Indonesia. Setidaknya ada empat calon yang dinilai memenuhi syarat yang ditentukan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia.

Hasil rapat Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia (UI) itu dipaparkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Jumat (3/8), di Jakarta. ”Siapa orangnya, nanti tunggu tanggal mainnya. Syarat yang diminta minimal pernah memimpin perguruan tinggi dan minimal doktor atau guru besar,” ujarnya.

Pejabat eselon I yang terpilih akan memimpin UI selama dua bulan, segera setelah masa bakti rektor berakhir 14 Agustus mendatang. Jika dilihat dari persyaratannya, Nuh menilai setidaknya ada empat calon yang sesuai dengan kriteria. ”Bisa direktur jenderal, bisa wakil menteri, dan bisa staf khusus,” katanya.

Selain pejabat sementara rektor, Nuh juga memaparkan keputusan rapat MWA yang menyatakan perpanjangan kembali masa bakti sembilan dekan yang sebelumnya tidak diperpanjang oleh Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri.

”Keputusannya, mereka masih aktif. Saya tidak mau masuk terlalu dalam ke persoalan UI karena saya harap UI bisa menyelesaikannya secara internal. Semua masalah UI saya serahkan kepada MWA sebagai badan tertinggi di universitas,” kata Nuh.

Secara terpisah, Didit Nugroho, anggota Senat Akademik UI, dalam jumpa pers Pernyataan Sikap 9 Dekan UI, mengatakan, pergantian tujuh dekan secara serentak pada 31 Juli menyalahi prosedur.(kompas.com)

Ini Peringkat "Top 50" Perguruan Tinggi di Indonesia

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/07/23/1131267620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Webometrics, sebuah situs yang melakukan pemeringkatan universitas-universitas di seluruh dunia berdasarkan parameter digital, kembali mengeluarkan pemeringkatan terbaru pada Juli 2012. Setiap tahunnya, Webometrics mengeluarkan dua kali rilis pemeringkatan, yaitu pada Januari dan Juli. Kali ini, ada 361 perguruan tinggi di Indonesia yang masuk pemeringkatan Webometrics.

Pemeringkatan oleh Webometrics ini didasarkan pada sejumlah aspek, antara lain terkait konten global yang terindeks oleh Google, jumlah rich file (pdf, doc, docs, dan ppt) yang terindeks di Google Scholar, dan karya akademik yang terpublikasi di jurnal internasional.

Tujuan dari pemeringkatan ini adalah mempromosikan publikasi situs, mendukung keterbukaan akses, dan akses elektronik untuk publikasi ilmiah. Indikator situs dinilai sangat berguna untuk pemeringkatan karena tak hanya berdasarkan jumlah kunjungan, tetapi juga pada jumlah konten global dan visibilitas dari universitas yang bersangkutan.(kompas.com)

Berikut adalah peringkat 50 besar perguruan-perguruan tinggi di Indonesia, seperti dimuat pada situs Webometrics:

1. Universitas Gadjah Mada (peringkat 379 dunia)
2. Universitas Indonesia (peringkat 507 dunia)
3. Institut Teknologi Bandung (568 dunia)
4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (582 dunia)
5. Universitas Pendidikan Indonesia (630 dunia)
6. Universitas Gunadarma (740 dunia)
7. Institut Pertanian Bogor (764 dunia)
8. Universitas Brawijaya (837 dunia)
9. Universitas Sebelas Maret (883 dunia)
10. Universitas Diponegoro (948 dunia)
11. Universitas Airlangga (988 dunia)
12. Universitas Padjajaran (990 dunia)
13. Universitas Hasanuddin (1.230 dunia)
14. Universitas Sriwijaya (1.263 dunia)
15. Universitas Mercu Buana (1.277 dunia)
16. Universitas Negeri Malang (1.435 dunia)
17. Universitas Islam Indonesia (1.463 dunia)
18. Universitas Muhammadiyah Malang (1.492 dunia)
19. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (1.543 dunia)
20. Universitas Kristen Petra (1.564 dunia)
21. Universitas Komputer Indonesia/UNIKOM (1.637 dunia)
22. Universitas Ahmad Dahlan (1.652 dunia)
23. Universitas Bina Nusantara (1.666)
24. Universitas Udayana (1.668)
25. Universitas Muhammadiyah Surakarta (1.687)
26. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (1.734)
27. Universitas Andalas (1.751)
28. Universitas Lampung (1.765)
29. Universitas Sumatera Utara (1.853)
30. Universitas Negeri Yogyakarta (1.854)
31. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (2.084)
32. Universitas Esa Unggul (2.121)
33. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AMIKOM (2.284)
34. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (2.365)
35. Universitas Negeri Semarang (2.397)
36. Universitas Surabaya (2.428)
37. Universitas Trisakti (2.443)
38. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jakarta (2.764)
39. Universitas Narotama (2.809)
40. Universitas Pendidikan Ganesha (2.884)
41. Universitas Dian Nuswantoro (2.987)
42. Universitas Terbuka (3.000)
43. Universitas Jenderal Soedirman (3.182)
44. Institut Sains & Teknologi Akprind (3.322)
45. Institut Teknologi Telkom (3.451)
46. Universitas Negeri Papua (3.497)
47. Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel (3.665)
48. Universitas Pancasila (3.665)
49. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (3.717)
50. Universitas Negeri Padang (3.725)

Sumber: Webometrics

Pengayuh Becak yang Anaknya Lolos Masuk UI

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/07/25/1259138p.JPG
SUPERIOR QUANTUM - Bahagia tak dapat disembunyikan oleh pasangan Markasan (55) dan Kasiati (50), suami istri yang berdiam di Kelurahan Bakalan, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur. Markasan berprofesi sebagai pengayuh becak dan istrinya seorang buruh cuci.

Kebahagiaan mereka bukan karena mendapatkan harta berlimpah, melainkan melihat keberhasilan putra ketiganya, Mukhammad Sokhi (18), yang lolos masuk di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Ya, meski dalam kesederhanaan, mereka bahagia karena putranya tetap bisa berprestasi.

Sokhi yang dikenal sebagai remaja sederhana memang memiliki segudang prestasi sejak kecil. Ia pun tak menyangka, impiannya kuliah di Fakultas Hukum UI akan terwujud melalui SNMPTN jalur undangan. Sokhi terjaring melalui program Bidik Misi 2012.

"Sedangkan cita-cita saya ingin menjadi anggota KPK dan memerangi tindak korupsi di Indonesia," ujar Sokhi, Rabu (25/7/2012).

Bagi Sokhi, hasil yang didapatnya merupakan buah keseriusan dan ketekunannya dalam belajar. Hal ini, menurut dia, menjadi modal besar untuk melanjutkan pendidikan. Kehidupan yang dijalani hanyalah sederhana. Uang saku pun tak pernah berlebih, katanya.

"Ya, seperti diketahui, ayah dan ibu saya tukang becak dan tukang cuci. Tapi, berkat doa orangtua, menjadikan saya lebih bersemangat untuk berprestasi," ujarnya.

Saat Kompas.com mendatangi rumahnya, di ruang tamu banyak sertifikat prestasi yang sudah diraihnya. Selama duduk di SD Negeri Bakalan, Sokhi sudah menunjukkan prestasi dengan menjuarai berbagai lomba. Di antaranya juara I Lomba Pidato se-Kota Pasuruan. Adapun, saat bersekolah di SMP Negeri 8 Pasuruan, ia juga kerap memenangi berbagai lomba pidato.

Puncaknya, saat duduk di bangku SMA Negeri 10, Sokhi mendapatkan beasiswa dari sebuah perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Selain itu, dia juga menyumbangkan juara I Lomba Pidato UUD 1945 dan Tap MPR se-Kota Malang, juara I Lomba Karya Tulis se-Jatim, juara III Lomba Pidato Koperasi se-Jatim, Juara II Fun Video Challenge via Youtube, serta juara I Lomba Pidato Koperasi tingkat nasional.

"Dari kecil, saya suka sekali ngomong. Dalam arti, suka berbicara di depan umum. Alhamdulillah beberapa kali saya menjadi pemenang lomba pidato karena saya tahu kalau saya mampu di bidang itu," kata Sokhi sembari merangkul kedua orangtuanya.

Sementara Markasan mengatakan, ia hanya dapat mendoakan yang terbaik bagi putra bungsunya itu.

"Semoga Sokhi berhasil dan sukses serta bisa membuat kami bangga. Amin," harap Markasan.

Semoga berhasil, Sokhi!(kompas.com)

Mahasiswa Latihan Bikin Kerupuk

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/12/21/1726416620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengadakan pelatihan pembuatan kerupuk dari daun bambu bagi warga Plaosan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Pelatihan itu untuk menumbuhkan semangat wiraswasta sebagai usaha sampingan. Kerupuk daun bambu itu sehat karena tidak mengandung bahan pengawet," kata seorang mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Ayu Siti Rohmah di Yogyakarta, Minggu (29/7/2012).

Menurut dia, pembuatan kerupuk daun bambu cukup sederhana. Bahan-bahan yang diperlukan meliputi tepung tapioka 500 gram, tepung terigu 100 gram, garam 25 gram, gula pasir 35 gram, bawang putih 35 gram, kapur sirih satu sendok makan, dan 350 mililiter air.

"Daun bambu muda direbus untuk membersihkan bulunya, kemudian digiling dengan campuran tepung tapioka, tepung terigu, garam, gula pasir, bawang putih, kapur sirih, dan air," katanya.

Ia mengatakan, adonan diaduk hingga menjadi kalis dan tidak lengket di tangan. Selanjutnya, adonan dicetak secara merata pada besek, lalu dikukus sampai benar-benar matang hingga warna adonan menjadi hijau bening.

"Adonan yang sudah matang kemudian dianginkan sekitar 12 jam. Setelah mengeras dipotong tipis-tipis dengan ketebalan sekitar dua sentimeter dan dikeringkan di bawah sinar matahari," katanya.

Menurut dia, daun bambu yang sering dijadikan bahan obat-obatan di China hanya berakhir sebagai limbah di Indonesia. Padahal, daun bambu termasuk salah satu antioksidan yang juga mengandung berbagai senyawa yang berguna menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol.

"Oleh karena itu, tidak aneh kalau orang-orang China menggunakan daun bambu sebagai obat berbagai penyakit, mulai batuk sampai penyakit jantung dan kanker," katanya.

Berkaitan dengan itu, kata dia, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posdaya UNY unit 64 memiliki gagasan untuk mengadakan pelatihan pembuatan kerupuk daun bambu.

"Pelatihan itu dalam rangka memotivasi kewirausahaan bagi para ibu di Dusun Plaosan, Desa Tlogoadi, Kecamatan Mlati," katanya.

Ketua KKN Posdaya UNY unit 64 Ahmad Dzati Romi mengatakan pelatihan itu akan memberikan nilai tambah bagi para ibu rumah tangga di Dusun Plaosan untuk mengisi waktu luang di sela kesibukan rumah tangga.

"Kami berharap pelatihan pembuatan kerupuk daun bambu itu dapat memicu kreativitas para ibu untuk memanfaatkan bahan alam yang ada di sekitarnya," katanya.(kompas.com)

10 Besar PTN dengan Persaingan Paling Ketat

http://img.okeinfo.net/content/2012/07/07/373/660103/hErRHe7M5I.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Jumlah daya tampung yang tersedia di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Nusantara dengan peminat sangat jauh berbeda. Dari 62 PTN di Tanah Air, daya tampung mahasiswa baru melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur tulis 2012 hanya tersedia 123.419 bangku. Tidak mengherankan tingkat persaingan seleksi lubang jarum ini sangat ketat.

Setiap PTN diberikan otonomi dalam menyediakan kursi bagi mahasiswa baru dari berbagai jalur penerimaan, baik SNMPTN jalur undangan dan tertulis serta jalur mandiri. Jumlah daya tampung tentunya disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas dan sumber daya pengajar di sebuah PTN.

Perbandingan jumlah peminat terhadap sebuah jurusan di suatu PTN dengan daya tampung yang tersedia menentukan tingkat persaingan. Semakin besar jumlah peminat namun kursi yang ada sangat terbatas, menyebabkan tingkat persaingan di PTN tersebut sangat tinggi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Panitia SNMPTN 2012 Akhmaloka menyebutkan, tiga besar PTN dengan tingkat persaingan yang ketat dalam SNMPTN jalur tertulis adalah Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Berdasarkan data yang diterima Okezone melalui Koordinator Humas SNMPTN Ravik Kasidi, ketiga PTN tersebut merupakan kampus dengan persaingan terketat untuk program studi IPA. Berikut secara rinci daftar 10 besar PTN dengan persaingan terketat dalam SNMPTN jalur tertulis 2012.

Untuk program studi IPA, IPB menempati urutan pertama. Disusul Unhas dan ITB di tempat kedua dan ketiga. Di tempat keempat ada Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Sementara urutan kelima dihuni oleh kampus dengan jaket almamater berwarna kuning, Universitas Indonesia (UI).

Beranjak ke nomor enam terdapat Universitas Sumatera Utara (USU). Sementara di posisi tujuh dihuni oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Di peringkat delapan hingga 10 ditempati oleh Universitas Andalas (Unand) Padang, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, dan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung.

Sementara untuk program studi IPS, UI berada di peringkat pertama. Disusul Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Negeri Medan (Unimed) pada posisi dua dan tiga. Selanjutnya, di peringkat empat dan lima dihuni oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Kemudian di tempat keenam terdapat Unair Surabaya diikuti Universitas Riau (Unri) di peringkat ke tujuh. Posisi delapan dan sembilan di huni oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Jambi. Terakhir, peringkat 10 ditempati oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ).(okezone.com)

Karena Gagap, Mahasiswa Ini Dilarang Bertanya

http://i.okezone.com/content/2011/10/12/373/514451/tizVHQ5JMl.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Philip Garber Jr, mahasiswa di County College of Morris, New Jersey ditegur dosennya, karena bicaranya tidak lancar alias gagap. Hal ini terjadi saat Philip mengikuti kelas sejarah yang diajarkan oleh Elizabeth Snyder.
Saat itu, kelas sejarah sedang berdiskusi mengenai eksplorasi dunia baru. Garber ingin bertanya mengapa penjelajah asal China pada abad ke-15, yang melakukan perjalanan jauh ke Afrika, tidak mencapai Amerika Utara.

Meski sudah mengangkat tangannya tinggi-tinggi, sang profesor tidak juga memanggil Garber. Pasalnya, Snyder sudah melarang Philip berbicara di kelas. Meski tergolong cerdas dan aktif, Synder menilai kegagapan mahasiswa usia 16 tahun ini sangat menggangu.

Sebelum mengacuhkan Philip di kelas, Snyder pernah mengiriminya surat elektronik. Snyder meminta Philip agar mengajukan pertanyaan sebelum atau setelah kelas dimulai. Snyder beralasan, jika Philip bertanya saat jam belajar, maka dia akan menganggu waktu mahasiswa lainnya. Dan jika Philip bersikeras bertanya di kelas, Snyder menyarankannya agar menulis pertanyaan di selembar kertas.

“Kemampuan berbicara Anda sangat menganggu,” jelas Snyder dalam surat elektronik. Buntut dari peristiwa ini, Philip melaporkannya kepada salah satu dekan. Sang dekan menyarankan Philip agar pindah ke kelas lain, di mana dia bisa terus bertanya. Demikian seperti disitat dari NY Times, Kamis (13/10/2011).

Pengalaman Philip ini menegaskan keluhan dari orang yang gagap. Masyarakat dinilai tidak mengenali kondisi ini sebagai sebuah kekurangan. “Seperti yang kami lakukan kepada semua mahasiswa, kami telah mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah Philip sehingga dia bisa melanjutkan pendidikan,” ujar Direktur Komunikasi College, Brunet Eagan.

Eagan menolak menjelaskan apakah Snyder telah mendapatkan sanksi atas perbuatannya. Snyder telah mengajar sejarah di kampus ini selama 10 tahun. Namun Eagan menegaskan, kampusnya akan mendidik staf dan pengajar untuk mengakomodasi mahasiswa.

Sementara untuk Philip, yang menghabiskan masa kecilnya melalui home-schooling, sikap sang dosen dinilai mengecewakan. “Saya tidak pernah mengalami diskriminasi. Karena ini terjadi di ruang kuliah, hal ini cukup mengejutkan,” pungkasnya.

Penghitungan Karbon Dibantu Google Earth

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/09/21/1906226620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Google semakin mengembangkan diri dan melengkapi fitur Google Earth untuk fasilitas survei hingga penghitungan karbon. Setiap orang bisa memaksimalkan Google Earth dengan penggunaan ponsel android yang memiliki perangkat lunak Open Data Kits.

Rebecca Moore, Manajer Teknik Google Earth Outreach and Earth Engine, Selasa (21/9/2011), di di sela-sela penyelenggaraan pertemuan tahunan Governors' Climate and Forests (GFC) Task Force, Palangkaraya Kalimantan Tengah, mengatakan, setiap saat Google mengolah data sekitar 1.000 Gigabyte dalam pengelolaan Google Earth.

Khusus untuk perlindungan hutan dan penghitungan karbon, Google Earth membutuhkan masukan data dari daratan yang dilakukan manual oleh warga lokal atau pun para ilmuwan. Dengan membawa ponsel android, mereka bisa memasukkan data berupa lebar dan tinggi sampel pohon serta memasukkan posisi geografis yang ditangkap ponsel itu.

Setelah itu, jika ada sinyal karena di daerah remote area tidak ada sinyal, mereka dapat mengirim data itu menuju server Google Earth untuk dikomputasi. Untuk mekanisme pengawasan, warga juga dapat mengambil foto dan memasukkan data titik geografis hutan yang rusak atau terdapat ilegal logging serta mengirimkannya ke Google Earth melalui software dalam ponsel android.

Hal ini telah diterapkan Google Earth pada pendataan stok karbon oleh masyarakat adat Surui di Brasil beberapa tahun lalu. "Google Earth mudah digunakan, sehingga dulu sering disebut hanya main-main. Tetapi apa yang ditampilkan itu akurat dan fakta di lapangan," ujarnya.

Rebecca menjamin setiap data terlindungi dan terjaga keamanannya. "Seperti anda memiliki akun e-mail dalam gmail, sangat kami jaga sekuriti dan proteksinya," ucapnya.

Metode pengawasan seperti ini sudah diterapkan oleh Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan atau UKP4. Cara pelaporan, ambil gambar foto atau video lokasi dengan ponsel pintar (smartphone) yang diaktifkan fitur global positioning system (GPS).

Pelaporan harus berisi deskripsi koreksi, penambahan, atau perubahan informasi. Foto pun diminta jelas dan terintegrasi dengan data penanda posisi geografis. Peta yang digunakan UKP4 itu menggunakan bantuan layanan Google Earth. Kemudian, kirim ke alamat surat elektronik UKP4 yaitu serambi.inpres10@ukp.go.id.

Pesan Mendiknas untuk UI

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/06/22/1055142620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Semakin memanasnya polemik di tubuh Universitas Indonesia membuat pemerintah, dalam hal ini Menteri Pendidikan Nasional M Nuh, ikut turun tangan untuk memediasi. Mediasi tersebut dilakukan pada Selasa (13/9/2011) malam, yang dihadiri oleh elemen di UI, di antaranya Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri beserta jajarannya, Majelis Wali Amanat, dan dekan.

Seusai pertemuan, Nuh mengungkapkan, ada dua hal yang ditekankannya dan dipesankan kepada UI. Pertama, menjaga keutuhan dan martabat UI. Kedua, harus dapat dipastikan tetap terciptanya suasana kondusif dalam proses belajar mengajar atau pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi. Nuh mengatakan, ia menekankan hal ini untuk membentengi keberlangsungan proses perkuliahan di UI dan telah disetujui oleh semua pihak.

"Target penyelesaian masalah yang terjadi di UI sebelum masa MWA habis, yaitu awal Januari 2012. Kalau mau menyelesaikan, tentu tidak boleh lebih dari waktu itu," kata Nuh, Selasa malam di Jakarta.

Ia melanjutkan, Rancangan Undang-Undang Perguruan Tinggi (RUU PT) yang saat ini sedang dibahas bisa dijadikan acuan untuk memilih opsi mana yang paling sesuai untuk menyelesaikan permasalahan UI. RUU PT ditargetkan akan diselesaikan pada tahun ini.

"Di dalam draf UU PT terdapat beberapa opsi. Karena kita tidak boleh melakukan penyeragaman, itu salah satu amanat Mahkamah Konstitusi (MK). Misalnya, dalam tata kelola, apakah mau menggunakan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) atau boleh juga menjadi Badan Layanan Umum (BLU)," jelasnya.

Lebih jauh, Nuh menjelaskan, dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 66 terdapat lima prinsip dalam tata kelola perguruan tinggi, yaitu nirlaba, akuntabel, transparan, efisien, dan berkeadilan.

"Nah, itulah lima prinsip dalam PP No 66. Sehingga memakai model apa pun, jenis apa pun, jiwanya tetap nirlaba," ujarnya.

Jika ada yang meragukan, Nuh menambahkan, bisa ditanyakan kepada dewan audit. Menurutnya, untuk memperbaiki tata kelola di UI arahnya dititikberatkan pada pola komunikasi, di antaranya berupa sosialisasi kegiatan dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban.

"Diminta atau tidak, siapa saja harus menyampaikan prinsip-prinsip transparan sebagai konsekuensi dari UU Keterbukaan Informasi Publik. Intinya, suasana kondusif, proses belajar dan mengajar, serta pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi adalah hal utama yang harus dijaga. Mereka (UI) sudah menyepakati itu," kata Nuh.

India Bagi-Bagi 6,8 Jt Laptop Gratis untuk Siswa

http://i.okezone.com/content/2011/09/15/373/502981/vjV0VRt9iq.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Pejabat negara bagian Tamil Nadu, India, mulai membagikan komputer jinjing (laptop) gratis kepada siswa di wilayahnya. Pemberian ini merupakan langkah awal dari program 6,8 juta laptop gratis dari pemerintah daerah yang ada di selatan India tersebut.
Laptop diberikan kepada tiap siswa sekolah menengah negeri dan perguruan tinggi negeri yang telah memenuhi syarat. Program lima tahunan ini merupakan kebijakan pertama yang ada di India.

Fasilitas ini merupakan satu dari janji pemerintah saat kampanye pemilu, awal tahun ini. Pengusung program beralasan, pemberian laptop gratis akan membantu anak kurang beruntung, di mana orangtuanya tidak mampu membeli komputer.

Selain itu, bagi-bagi laptop juga dapat meningkatkan kekayaan ekonomi Tamil Nadu yang sedang bersaing dengan negara bagian di selatan India, untuk menjadi pusat IT modern yang didukung generasi baru komputer cerdas.


Bagaimanapun, program ini tidak lepas dari kritikan. Kritikus menilai, dana untuk program ini terlalu tinggi. Hanya dalam waktu satu tahun saja, pemerintah harus mengeluarkan ratusan juta dolar.

Menurut mereka, dana sebesar itu lebih baik dialokasikan untuk bidang lain seperti pelayanan sosial dan infrastruktur. Selain itu, negara bagian Tamil Nadu juga mengalami krisis listrik. Ini berarti, para pelajar harus berjuang untuk menggunakan laptopnya. Demikian seperti dikutip dari BBC, Kamis (15/9/2011).

Saat kampanye, pemerintah juga berjanji akan membagikan pemilihnya mixer makanan dan penggiling. Keluarga miskin, yang masuk dalam daftar program subsidi pangan, akan menerima ternak berupa kambing dan domba.

Malaysia Dorong Siswa Laki-Laki Agar Mau Kuliah

http://i.okezone.com/content/2011/09/13/373/502211/WWlwf9yUoG.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Malaysia sedang mempertimbangkan untuk mendorong anak laki-laki agar mau kuliah. Ini merupakan upaya Pemerintah Malaysia untuk meningkatkan ketidakseimbangan gender di perguruan tinggi.
Deputi Menteri Pendidikan Malaysia Wee Ka Siong menyatakan, negaranya berencana memperkenalkan pelatihan vokasional di sekolah-sekolah mulai 2013. Diharapkan, para siswa dapat mengasah keterampilan untuk mencegah anak laki-laki dari putus sekolah.

"Ketidakseimbangan gender merupakan fenomena dunia, tapi kami harus menemukan cara untuk menyeimbangkannya. Pelatihan kejuruan akan mengatasi masalah putus sekolah. Kami harus mempertahankan mereka dalam suatu sistem," kata Wee kepada AFP, Selasa (13/9/2011).

Pada Juli lalu, rasio antara pendaftar perempuan dan laki-laki di universitas, sebesar 65:35. Pada masa mendatang, ketidakseimbangan gender di universitas negara dengan mayoritas warga Muslim ini diperkirakan sebesar 70 perempuan berbanding 30 laki-laki.

Upaya untuk meningkatkan minat laki-laki di bidang laki-laki juga akan melibatkan mahasiswa laki-laki. Diharapkan, mereka bisa mendorong siswa sekolah agar melanjutkan pendidikan.

Namun, Menteri Wee tidak menjelaskan dengan rinci rencana dan bagaimana pendidikan vokasional mengoreksi ketidakseimbangan gender di dunia pendidikan tinggi Malaysia. Menurut media lokal, ketidakseimbangan gender semakin meningkat selama beberapa dekade.

Paguyuban Pekerja UI & Migrant Care Protes Rektor UI

http://i.okezone.com/content/2011/09/13/373/502171/2mfXW8Rrib.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Aksi memprotes kebijakan Rektor Universitas Indonesia (UI) Gumilar R Somantri terus dilakukan baik oleh Civitas Akademika, hingga ke tingkat pekerja UI. Aksi tersebut makin bergulir pascapemberian gelar Doktor Honoris Causa (DHC) kepada Raja Arab Saudi King Abdullah pada Agustus lalu.

Aksi protes lanjutan hari ini disampaikan oleh LSM Buruh Migran (Migran Care) bersama Paguyuban Pekerja UI yang berlokasi di bundaran UI. Selain itu aksi unjuk rasa juga diramaikan oleh Dosen FISIP UI Ade Armando, Anggota Majelis Wali Amanat (MWA) dari mahasiswa Andreas Sanjaya, dan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, Maman Abdurahman.

Dalam aksi tersebut, LSM Migran Care mendirikan monumen yang bertuliskan Monumen Ini Dipancangkan Untuk Menegaskan Pemihakkan UI kepada TKI di Luar Negeri yang Disiksa Diperkosa Bahkan Dibunuh dengan Keji Sekaligus Bentuk Perlawanan Kami Terhadap Para Penista Kemanusiaan Dimanapun. Para pengunjuk rasa yang mendirikan monumen tersebut juga menggunakan topeng bergambar Gumilar.

Koordinator Aksi dari Paguyuban Pekerja UI, Irwansyah mengatakan, pihaknya mengecam pemberian gelar oleh rektor sementara pekerja di dalam kampus sendiri masih belum memperoleh status yang jelas. Banyak karyawan UI yang saat ini statusnya masih outsourcing dan memperoleh upah di bawah Upah Minimum Kota (UMK) Depok.

“Masih banyak karyawan yang tidak jelas statusnya, banyak pula yang gajinya di bawah UMK, yakni Rp500 ribu. Hal yang miris saat rektor memberi gelar kepada Raja Arab,” tutur Irwansyah, Selasa (13/9/2011).

Analis Kebijakan Migran Care, Wahyu Susilo mengatakan, pemberian gelar tersebut sudah melukai hati masyarakat Indonesia atas peristiwa hukum pancung yang dialami Tenaga Kerja Wanita (TKW) Ruyati. Wahyu pun mengecam pernyataan rektor yang berdalih keputusan pemberian gelar DHC sudah dibicarakan sejak tiga tahun lalu.

“Belum kering air mata kita atas eksekusi yang dilakukan kepada Ruyati. Lebih menggelikan lagi ketika rektor UI terdesak bahwa inisiatif untuk memberikan gelar ini sudah tiga tahun yang lalu hanya untuk menghindari kasus Ruyati, tetapi rektor lupa bahwa tiga tahun yang lalu juga ada eksekutif mati Yanti Irianti,” tandas Wahyu.

Kampus Ini Punya Kelas Humor dan Tawa

http://i.okezone.com/content/2011/09/13/373/501989/TKOT96nvmj.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Harper College di Palatine, Chicago, Amerika Serikat, menawarkan kelas untuk mahasiswanya agar lebih jenaka di rumah dan kampus. Kelas dengan nama “Dari Humor ke Kesehatan : Komedi dan Hidup Sehat" ini ditawarkan pada akhir September.
Pengajar di kelas ini adalah para stand-up comedian dan terapis humor. Tujuan kelas yang diberikan gratis oleh Harper College tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas kehidupan sehari-hari dengan tertawa.


Menurut Manajer Pendidikan Berkelanjutan Harper College, Scott Cashman, belajar humor sama seperti belajar musik. "Banyak orang berpikir apakah mereka bisa menyanyi atau tidak. Tapi Anda bisa menjadi seorang penyanyi, jika Anda belajar caranya bernyanyi. Saya tidak yakin (kelas) ini akan mengubah pandangan orang tentang dunia, tapi cara Anda berkomunikasi dengan orang lain pastinya dapat diperbaiki lebih baik,” jelas Cashman seperti dikutip dari Sun Times, Selasa (13/9/2011).

Selama ini, banyak data yang menunjukkan manfaat humor untuk kesehatan. Disebutkan, humor meningkatkan kreativitas, memori yang lebih baik, dan keterampilan memecahkan masalah dengan indera yang lebih baik. Mereka cenderung memiliki daya tarik tinggi dengan kehidupan pernikahan serta pertemanan yang bahagia. Mereka juga memiliki sedikit rasa sakit, stres, depresi, dan kecemasan.

Menurut Cashman, manfaat kesehatan dengan humor dan cara pandang seseorang merupakan inspirasi terbentuknya kelas gratis ini. "Hal itulah yang menyatukan seluruh tawa dan humor dengan perspektif kesehatan," katanya.

Stand up comedian, Dobie Maxwell akan menjadi instruktur di Harper. Mantan pengajar di Zanies College, Wisconsin ini menyatakan, pesan yang akan dia sampaikan di semua perguruan tinggi adalah sama.

"Hal pertama yang saya beritahukan adalah saya tidak bisa membuat Anda jenaka (lucu)," katanya. Tapi dia dapat membantu mengeluarkan rasa humor dari tiap orang. "Jika seseorang (adalah) lucu, saya bisa menunjukkan cara mengendalikannya agar tidak membuang waktu,” jelas Maxwell.

Maxwell ingin mengajarkan mahasiswanya agar tidak menjadi komedian yang menghibur orang. Dia ingin mahasiswanya menjadikan tawa dan humor sebagai bagian dari gaya hidup. "Ini adalah cara hidup. Ini benar-benar terapeutik. Rahasia berjalan di atas air adalah mengetahui di mana letak batuan,” pungkas Maxwell.

Sepuluh PTN di Jawa Jadi Favorit!

http://i.okezone.com/content/2011/05/18/65/458093/Kg10Z967zj.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Seperti pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun-tahun sebelumnya, PTN-PTN di Pulau Jawa masih menjadi favorit para peserta. Termasuk mereka yang mengikuti SNMPTN melalui jalur undangan tahun ini.

Ketua Pelaksana SNMPTN 2011 Herry Suhardiyanto menjelaskan, pilihan tersebut bukan berarti kesepuluh PTN itu yang paling bagus. "Ini hanya masalah minat," kata Herry menegaskan.

Berikut sepuluh PTN favorit peserta SNMPTN jalur undangan.

1. Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan 39.924 pendaftar
2. Universitas Indonesia (UI) dengan 32.371 pendaftar
3. Universitas Padjadjaran (unpad) dengan 27.926 pendaftar
4. Universitas Diponegoro (Undip) dengan 23.014 pendaftar
5. Universitas Brawijaya (UB) dengan 21.562 pendaftar
6. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan 19.260 pendaftar
7. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan 19.254 pendaftar
8. Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan 17.205 pendaftar
9. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan 16.655 pendaftar
10. Universitas Negeri Semarang (Unnes) dengan 16.268 pendaftar

Pada tahun pertama penyelenggaraannya, 257.064 siswa dari 8.227 SMA/SMK/MA di seluruh Indonesia ambil bagian dalam jalur undangan SNMPTN. Hanya 232.948 siswa yang direkomendasikan memanfaatkan seleksi melalui jalur undangan tersebut. Jumlah inilah yang kemudian diseleksi oleh tiap PTN.

Tahun Depan, Simak UI Tetap Digelar

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/05/07/1407383620X310.jpg
Seleksi masuk Universitas Indonesia atau Simak UI Gelombang I periode akademik 2011/2012 tetap diadakan pada 17 April 2011. Simak UI digelar setelah ujian nasional tahun depan.
Bangku yang disediakan untuk calon mahasiswa baru sekitar 2.000 lebih yang terdiri dari S-1 reguler, S-1 pararel, vokasi/D-3, serta S-1 Kelas Khusus Internasional.

Vishnu mengatakan, pendaftaran Simak 2011 tersebut akan dimulai 15 Januari hingga 28 Februari 2011. Bangku yang disediakan untuk calon mahasiswa baru tahun 2011 sekitar 2.000 lebih yang terdiri dari S-1 reguler, S-1 pararel, vokasi/D-3, serta S-1 Kelas Khusus Internasional.

"Seleksi akan diadakan serentak di 47 kota di seluruh Indonesia dan beberapa di luar negeri. Kemungkinan jumlah pendaftar bisa meningkat di sejumlah lokasi, termasuk yang di luar negeri, seperti tahun lalu di Malaysia karena banyak pelajar atau mahasiswa Indonesia yang kuliah di sana," ucap Vishnu.

Dia menambahkan, pada saat pendaftaran nanti mahasiswa baru dapat memilih 8 program studi (prodi) untuk semua jenjang. Pilihan tersebut untuk semua program, tidak terkecuali Program Kelas Internasional.(kompas.com)

Fakultas Geografi Masih Perlu Diperbanyak

http://i.okezone.com/content/2010/10/22/373/385503/J08mMVkZup.jpg
Indonesia masih kekurangan ilmuan Geografi. Padahal permintaan tenaga profesional yang menguasai bidang ilmu Geografi ini masih cukup tinggi.
Sedikitnya jumlah ilmuan Geografi ini disebabkan lulusan Geografi di Indonesia hanya berasal dari dua perguruan tinggi, UGM dan Universitas Muhammadiyah Surakarta dan 31 Pergurruan tinggi yang memiliki jurusan Geografi.

“Akibatnya bidang keahlian yang seharusnya terisi oleh ilmuan Geografi tidak bisa dipenuhi, karena tingginya permintaan. Untuk memenuhinya, butuh upaya khusus dengan membuka prodi dan fakultas Geografi baru agar kebutuhan tenaga profesional terpenuhi,” kata Dr. Muhammad Dimyati, Ketua Ikatan Geografi Gadjah Mada (Igegama), di sela-sela kegiatan kongres dan seminar internasional di bidang pemetaan,di UGM baru-baru ini.

Dimyati memperkirakan, saat ini kebutuhan ilmuwan Geografi mencapai 29 ribu. Sementara jumlah lulusan masih cukup sedikit. Untuk bisa memenuhi jumlah tersebut setidaknya diperlukan waktu kurang lebih 25 tahun.

“Harus ada cara lain untuk mencetak tenaga profesional, agar seimbang antara permintaan dan output perguruan tinggi,” kata alumni fakultas Geografi UGM ini yang lulus tahun 1982 ini.

Untuk menambah kebutuhan ahli Geografi, Dimyati menyarankan pemerintah mmeberikan rekomendasi ke perguruan tinggi yang ada untuk membuka jurusan atau fakultas Geografi baru. Apresiasi masyarakat terhadap Geografi bisa ditingkatkan dengan memperbesar kuota jumlah mahasiswa di perguruan tinggi.

Guna memperbaiki kondisi maka program studi Geografi di perguruan tinggi juga harus menyamakan kompetensi lulusan, termasuk pembahasan kurikulum Geografi dan memperjelas bidang-bidang kompetensi Geografi yang harus dikuasai.

Pemberian pelajaran Geografi bisa diberikan pada tingkat lebih awal sejak SD dan SMA. Harapannya pengajaran Geografi butuh kesinambungan sebelum pada tingkatan pendidikan tinggi bisa memperbesar daya tampung dan kapasitas kuota mahasiswa yang memperdalam ilmu Geografi.

Dekan Fakultas Geografi Prof. Dr. Suratman, menyampaikan Indonesia membutuhkan banyak geograf untuk mengeksplorasi potensi sumber daya alam. Dia menyebutkan lima kompetensi yang harus dikuasai oleh ahli Geografi, yaitu menguasai pemahaman hubungan alam dengan kehidupan sosial, sumberdaya dan wilayah, pelestarian pengelolaan lingkungan hidup, mitigasi bencana, dan sistem informasi Geografi.

"Terakhir soal keahlian bidang sistem informasi Geografis yang bisa jadi usaha mandiri. Bagaimana wawasan spasial dapat memberikan nilai untuk wawasan kebangsaan, kewilayahan dan kewirausahaan," kata Suratman.