Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Nobel Kimia 2012 Jatuh Ke Peneliti Reseptor Sel

 http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/10/1816162620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Nobel Kimia 2012 jatuh kepada pasangan peneliti Robert Lefkowitz dan Brian Kobilka. Keduanya meraih nobel atas kerja kerasnya meneliti reseptor sel, memberi wawasan baru bagaimana tubuh bekerja di level molekuler.

Penghargaan ini memang berjudul Nobel Kimia. tapi di kemudian hari, bidang yang paling merasakan dampak dari hasil penelitian ini adalah kedokteran. Lefkowitz dan Kobilka mendeksripsikan komponen yang disebut reseptor terhubung protein G (GPCRs).

Dalam publikasi penelitian di jurnal Nature tahun 2011 lalu, peneliti mengungkapkan bahwa hampir setiap fungsi tubuh manusia, dari pandangan dan bau hingga degup jantung dan komunikasi saraf tergantung pada GPCRs.

Terletak di lapisan lemak yang berada di dinding sel, GPCRs mendeteksi hormon, bau, zat kimia transmiter saraf dan sinyal lain. GPCRs kemudian menghantarkan pesan ke dalam sel dengan mengaktifkan salah satu protein G.

Reseptor tersebut merupakan target dari sepertiga hingga setengah obat yang ada. Dengan meneliti GPCRs, ilmuwan mampu memahami bagaimana sistem sel bekerja. Ke depan, pembuat obat dapat mengupayakan perawatan yang lebih efektif.

Sven Lidin, anggota komite nobel seperti dikutip AFP, Rabu (10/10/2012) mengatakan, "mengetahui bagaimana rupa dan fungsi mereka membantu mengembangkan obat yang memiliki lebih sedikit efek samping."

Lefkowitz mengaku bahwa ia sedang tertidur saat panitia nobel berusaha menghubunginya. "Saya harus mengatakan pada Anda bahwa saya memakai earplug saat tidur. Istri saya bilang, 'ini telepon untukmu'. Dan di situ, saya sangat terkejut."

Lefkowitz dan Kobilka adalah pasangan ketiga yang menerima nobel tahun 2012. Senin (8/10/2012) sebelumnya, Shinya Yamanaka dan John Gurdon menerima Nobel Kedokteran. Selasa (9/10/2012), Serge Haroche dan David Wineland meraih Nobel Fisika.

Dengan pengumuman ini, pemenang nobel yang belum diumumkan adalah Nobel Perdamaian, Sastra dan Ekonomi. Nobel diberikan sejak tahun 1901. Penerima nobel akan dianugerahi penghargaan secara resmi setiap 10 Desember pada peringatan kematian Alfred Nobel, pencetus penghargaan bergengsi ini.(kompas.com)

Manusia Gunakan Api Sejak 1 Juta Tahun Lalu

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1847263.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Penelitian berhasil menyimpulkan bukti terbaru penggunaan api pertama kali oleh manusia. Kapan?

Bukti terbaru penggunaan api pertama kali oleh manusia adalah pada satu juta tahun yang lalu dalam sebuah gua di Afrika Selatan. Demikian seperti dikutip dari NPR.

Para ilmuwan mengatakan bahwa mereka telah menemukan sampel abu dan bekas bakaran, yang mengindikasikan bahwa api sering digunakan di situs tersebut.

"Selama bertahun-tahun, beberapa ahli telah merujuk bukti bahwa bukti api pertama kali digunakan sejak satu tahun lalu. Penelitian terbaru mungkin memperkuat teori tersebut, ditemukan di gua Wonderwerk Cave di Afrika Selatan," papar Francesco Berna dari Boston University, yang mempresentasikan temuannya dalam Proceedings of the National Academy of Sciences.

"Sementara ahli lainnya mengatakan bahwa temuan terbaru ini harus disandingkan dengan penemuan sebelumnya, yang situsnya berada di dekat lokasi penemuan terbaru. Bekas bakaran purba juga ditemukan di gua Swartkrans, tak jauh dari lokasi penemuan terbaru," pungkas Anne Skinner of Williams College di Williamstown, Massachusetts.(inialh.com)

Pemanasan Global di Tahap Mengkhawatirkan

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1845273.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Para ilmuwan menyatakan bahwa pemanasan global yang terjadi saat ini telah mencapai tahap mengerikan. Benarkah?

Seperti yang dikutip dari ST, dinyatakan oleh para ilmuwan bahwa pemanasan global telah mencapai titik untuk mengembalikan kondisi seperti dahulu kala sangat sulit.

Para ilmuwan mengestimasi bahwa suhu dunia bisa naik enam derajat celsius pada 2100, jika emisi gas rumah kaca terus tidak terkontrol.

Sebagaimana emisi yang terus tumbuh, para ilmuwan mengatakan bahwa saat ini sudah mendekati titik yang efek dari pemanasan global sudah sulit untuk dibendung; seperti melelehnya lapisan es dan hilangnya hutan hujan.

"Dekade ini merupakan saat-saat yang krusial. Jika kita tidak bisa membalikkan keadaan, maka keadaannya akan menjadi semakin parah," ujar Will Steffen, Executive Director di Climate Change Institute dari Australian National University, di sebuah konferensi di London, Inggris.(inilah.com)

10 Tempat Tak Bisa Dilihat di Google Maps

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1842969.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Ternyata Google Maps menyensor beberapa tempat di tampilannya, sehingga tak bisa dilihat. Ingin tahu di mana saja?

Seperti yang dikutip dari Mashable, di Google Maps kita memang bisa melihat berbagai tempat di muka Bumi melalui hasil tangkapan gambar satelit, namun ada 10 tempat yang tidak bisa diakses. Ingin tahu apa saja? Simak daftar berikut:
  1. Instana Royal Residence, Belanda
  2. Buffalo Niagara International Airport, AS
  3. Taman nasional Tantauco National Park, Chile
  4. Keowee Dam, South Carolina, AS
  5. Situs militer Rusia di wilayah padang rumput SIberia
  6. Bandara udara Minami Torishima, Jepang
  7. Gedung ujicoba senjata kimia Michael Aaf Building
  8. Cornell University Combined Heat and Power Plant, New York
  9. Kota Babylon Irak
  10. Kilang tangki minyak Vlissingen, Belanda
"Ini dilakukan dengan pertimbangan kepentingan dari berbagai pihak, terutama dari penyedia jasa telekomunikasi / pihak ketiga di negara-negara yang bersangkutan," ujar Deanna Yic, juru bicara Google.(inilah.com)

Badai Bawah Air Menyeramkan di Bumi

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1837200.jpg
SUPERIOR QUANTUM - NASA baru saja mengungkap gambar dari satelitnya menampilkan ‘badai’ raksasa di bawah air. Putaran massa air selebar 150km ini muncul di pesisir Afrika Selatan.

Badai raksasa ini terjadi pada 26 Desember 2011, dan satelit Terra milik NASA berhasil menemukannya. Kejadian ini tak perlu dikhawatirkan karena hanya ikan yang akan merasakan dampaknya, karena ikan-ikan ini akan terus berputar tanpa henti.

Badai laut yang lebih dikenal dengan Eddy ini biasa terjadi di bawah permukaan laut. Eddy yang berputar melawan arah jam ini muncul dari Agulhas Current yang mengalir di pesisir selatan Afrika dan di sekitar ujung Afrika Selatan.

Agulhas Eddy yang juga dikenal dengan ‘cincin arus’ ini merupakan badai terbesar di dunia yang membawa air asin hangat dari Samudera Hindia ke Atlantik Selatan.(inilah.com)

Benua Amerika Utara & Selatan Bersatu Membentuk Benua Baru

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1828661.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Amerika Utara dan Selatan akan bersatu dan Laut Karibia dan Samudera Arktik akan menghilang. Penyatuan ini akan menghasilkan benua baru bernama ‘Amasia’.

Dalam 200 juta tahun ke depan, Bumi akan memiliki bentuk yang benar-benar berbeda. Hasil riset terbaru menunjukkan, benua super ini bertempat di atas Kutub Utara yang sebelumnya diduga akan muncul di tengah Afrika.

“Setelah perairan ini tertutup, benua super baru akan terbentuk. Benua Amerika dan Eurasia akan bertemu di Kutub Utara,” kata kepala peneliti Ross Mitchell.

Benua super terbaru, Pangea, terbentuk sekitar 300 juta tahun lalu dengan Afrika sebagai pusatnya.

Dalam model buatan peneliti dari Yale itu, tampak barisan gunung akan menjahit Amerika dan Asia seperti dikutip DM.(inilah.com)

Samudera Atlantik 'Mekar' Dilihat dari Luar Angkasa

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1821178.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Satelit pengawas Eropa menangkap gambar dramatis, yakni samudera Atlantik Selatan ‘mekar’. Menurut ilmuwan, peristiwa semacam ini jarang terjadi. Ingin tahu?

Gambar dramatis ini muncul akibat ganggang raksasa di samudera itu sedang mekar. Figur delapan mikro organisme berwarna biru terang yang dikenal sebagai Phytoplankton ini tertangkap satelit Envisat dari European Space Agency di timur pulau Falkland Desember lalu.

Fenomena mekarnya samudera semacam ini biasa terjadi di belahan bumi selatan saat musim gugur dan musim panas di saat Phytoplankton mendapat banyak mineral dari kedalaman air hingga permukaan samudera seperti dikutip UPI.

Beberapa peristiwa mekar ini dijuluki ‘pasang merah’ yang sangat beracun hingga meracuni ikan dan hewan laut lainnya.

Phytoplankton sangat penting untuk menghilangkan karbon dioksida dari atmosfer dan menghasilkan oksigen bagi samudera dunia.(INILAH.COM)

llmuwan Gali Danau Purba di Kutub Selatan

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1819393.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Kutub Selatan memang masih menyimpan sejuta misteri. Atas hal itulah para ilmuwan menggali lokasi di sana yang diduga adalah danau purba.

Seperti yang dikutip dari MSNBC, sebuah tim yang terdiri dari para insinyur Inggris, baru saja kembali dari perjalanan penelitian selama 10 hari. Sekembalinya di sana, mereka berencana menggali danau purba yang tertutup es; yang mungkin menyimpan banyak rahasia kehidupan kehidupan yang belum diketahui sebelumnya.

"Kami berharap mampu temukan mikroorganisme jenis baru," ujar Martin Siegert, salah satu peneliti proyek tersebut.

Danau yang akan digali bernama Lake Ellsworth, yang memiliki panjang 12 kilometer dan lebar 3 kilometer, serta kedalaman 150 meter. Danau purba itu terkubur di bawah lapisan es setebal tiga kilometer.

"Danau itu juga telah terkubur selama ratusan ribu tahun," ujar Siegert, seorang glaciologist dan profesor di University of Edinburgh.(inilah.com)

Pulau Baru Muncul di Laut Merah

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1813458.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Sebuah pulau muncul di kepulauan Zubair, Laut Merah. Kemunculan ini dikarenakan aktivitas vulkanik di laut yang sudah medingin dan membeku.

Seperti dikutip NewScientist, aktivitas gunung api bawah laut di wilayah Red Sea Rift tempat lempengan tektonik Afrika dan Arab berada secara perlahan saling menjauh.

Seorang nelayan Yaman menjadi orang pertama yang melihat tumpukan lahar sepanjang 30 meter ke udara pada 19 Desember lalu di mana kemudian dikonfirmasi satelit Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer, satelit Aqua dan Advanced Land Imager milik NASA.

Pada 23 Desember, tumpukan lahar telah menyeruak ke permukaan air dan pulau baru mulai terbentuk. Saat ini pulau tersebut berukuran lebar 500 meter dan terus meluas sebagaimana aktivitas vulkanik terus bertambah.

Aktivitas vulkanik di wilayah Laut Merah ini kini sedang meningkat. Ini adalah kali pertama gunung berapi bererupsi dalam satu abad.(inilah.com)

Kini Manusia Bisa Membaca Pikiran

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1812087.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Membaca pikiran seseorang memang terdengar layaknya fiksi ilmiah. Namun kini, para ilmuwan mengklaim menemukan cara membaca pikiran manusia. Bagaimana?

Para peneliti di University of California-Los Angeles berhasil mengembangkan metode ‘membaca otak’. Metode ini menggunakan sejarah masa lampau untuk menentukan pola kognitif masa depan dan proses pikiran seperti dikutip thaindian.

Studi yang dipimpin Ariana Anderson dari Integrative Neuroimaging Technology University of California-Los Angeles ini mengembangkan metode tersebut setelah menguji para perokok yang mengalami ketergantungan nikotin.

Selama proses studi, data gelombang otak MRI yang diperoleh menentukan wilayah otak dan jaringan syaraf yang bertanggungjawab pada penolakan ketergantungan nikotin.

Dari data tersebut, metode tersebut pun berhasil dikembangkan.(inilah.com)

Kapankah Zaman Es Terakhir Kali?

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1811749.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Jaman Es sudah berulangkali melanda Bumi dalam kurun waktu beberapa juta tahun terakhir. Hal ini memunculkan pertanyaan kapan Jaman Es yang terakhir kali?

Seperti yang dikutip dari HowItWorksDaily, Jaman Es yang beberapa kali melanda Bumi juga memiliki beberapa periode yang disebut sebagai glasial, tiap ratusan ribu tahun, dengan periode hangat yang disebut sebagai 'interglasial'.

Jaman Es terakhir, jika mengacu pada beberapa episode glasial, maka jaman es dingin global terakhir mulai sekira 100 ribu tahun yang lalu dan berakhir sekira 11.700 tahun yang lalu.

Jaman Es terakhir ini bagian paling dinginnya melanda Inggris, yang terjadi sekira 25 ribu sampai 20 ribu tahun yang lalu.

Jadi kapan Jaman Es selanjutnya? Karena Jaman Es sebelumnya saja bisa bertahan hingga 11.700 tahun lamanya.

Menurut para ahli geofisika, mungkin proses 'interglasial' selanjutnya akan terjadi sekira ribuan tahun lagi, setelah jaman es selanjutnya dimulai.

Meskipun begitu, para ilmuwan tersebut juga mengatakan bahwa keberadaan manusia dapat mempengaruhi segalanya, karena sistem iklim itu sangat kompleks dan sulit untuk diprediksi.(inilah.com)

Dinosaurus Pernah Menghuni Benua Antartika

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1809872.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Dinosaurus ternyata dulu pernah tinggal di benua antartika, sebagaimana ilmuwan baru menemukan bukti terbaru keberadaan hewan di benua es tersebut.

Seperti yang dikutip dari Telegraph, para ilmuwan di antartika telah menemukan sebuah fosil ekor panjang milik Titanosaurus, salah satu anggota dari dinosaurus bertubuh panjang.

Titanosaurus adalah jenis sauropoda; yakni dinosaurus pemakan tumbuhan berleher serta berekor panjang. Spesies ini sudah banyak ditemukan di benua lain, namun ini adalah kali pertama ditemukan di antartika.

Fosil tersebut ditemukan oleh pulau James Ross Island, salah satu pulau di benua antartika. Para ilmuwan mengidentifikasi fosil tersebut milik Lithostrotian Titanosaurus dari jaman Cretaceous akhir, sekira 70 juta tahun yang lalu; era ketika benua tersebut masih kaya akan tanaman.

"Penemuan kami ini mengindikasikan bahwa Titanosaurus perkembangannya telah sampai ke seluruh dunia, pada jaman Cretaceous akhir," ujar Dr. Ignacio Alejandro Cerda, dari institut Conicet, Argentina, yang ditulis dalam jurnal Jerman, Naturwissenschaften.(inilah.com)

Telah Diungkap Asal Usul Manusia Berdiri

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1808617.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Misteri mengapa manusia awal berlari dengan dua kaki sebelumnya belum terpecahkan. Namun kini,para ilmuwan berhasil mengungkap apa penyebabnya.

Sebelumnya, para ilmuwan menduga, manusia pertama ‘berdiri’ untuk menjaganya tetap dingin. Namun model komputer baru menunjukkan sebaliknya, berdiri membuat manusia lebih panas.

Nampaknya, manusia awal berdiri kemudian kehilangan bulunya karena mereka menyadari betapa panas jika berlari dengan dua kaki namun masih memiliki bulu. Menurut Graeme Ruzton dari University of Glasgow, manusia awal hanya bisa berlari saat dini hari dan malam.

Saat bulu yang ada pada tubuh manusia awal hilang, mereka menjadi lebih aktif di siang hari.

“Model kami menunjukkan, hanya saat bulu hilang dan kemampuan berkeringat mencapai tingkat manusia modern, hominid ini bisa menjadi aktif di siang yang panas dan lingkungan terbuka,” katanya seperti dikutip DM.

Namun hasil riset ini masih belum menjawab dengan sempurna mengapa manusia berdiri. Hal ini diduga kuat untuk melihat ancaman yang mendekat atau untuk memetik buah di pohon.(inilah.com)

Benarkah 'Partikel Tuhan' Telah Ditemukan?

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1808611.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Salah satu senior fisikawan CERN mengumumkan, bukti pasti keberadaan ‘Partikel Tuhan’ atau yang biasa disebut dengan Higgs Boson. Ingin tahu?

Meski sinyal yang diperoleh tak mendekati standar ketat para ilmuwan untuk ‘penemuan ilmiah penuh,’ hal ini dirasa cukup bagi ilmuwan di Large Hadron Collider (LHC) CERN untuk meramalkan penemuan ini di 2012.

Sebanyak dua tim terpisah telah melakukan pengujuan independen secara rahasia untuk meningkatkan kebenaran hasil ini di bawah satu pemimpin tim, Fabiola Gianotti. Gianotti mengklaim menemukan tanda Higgs Boson belakangan seperti dikutip DM.

Menurut fisikawan partikel Stefan Soldner-Rembold dari University of Manchester, “ATLAS dan CMS (dua detektor pemburu Higgs Boson) menunjukkan terobosan penting dalam pencarian partikel ini. Namun, ini belum cukup untuk dinyatakan sebagai penemuan yang sebenarnya”.

Meski begitu, Soldner-Rembold mengaku temuan ini luar biasa. Mari kita tunggu kabar selanjutnya.(inilah.com)

Telur Penyu Berbicara Sebelum Menetas

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/12/02/2219039620X310.JPG
SUPERIOR QUANTUM - Spesies penyu sungai Australia (Emydura macquarii) meletakkan sekumpulan telur di pasir sungai. Telur yang berada di bawah perkembangannya lebih lambat daripada yang di atas. Namun, telur di kedua bagian itu ternyata menetas bersama.

Ricky-John Spencer dari University of Western Sydney di Australia penasaran dengan fakta tersebut. Ia menduga bahwa telur-telur tersebut "saling bicara" terlebih dahulu sebelum menetas.

Untuk membuktikan dugaannya, ia merancang eksperimen. Spencer membagi sejumlah telur menjadi dua bagian. Satu bagian diinkubasi di suhu lebih yang tinggi, sedangkan bagian lain diinkubasi di suhu lebih yang rendah. Setelah dua pertiga masa perkembangan telur, keduanya lalu disatukan kembali.

Hasil menunjukkan bahwa kedua bagian telur tetap menetas dalam waktu bersamaan. Ketika dipersatukan, telur yang lebih lambat perkembangannya mengejar sehingga bisa menetas di waktu yang sama.

Menurut Spencer, kedua bagian telur itu mungkin berkomunikasi secara kimia. "Telur itu sebenarnya bernapas. Mereka menghirup oksigen dan mengeluarkan CO2," katanya seperti dikutip New Scientist, Rabu (30/11/2011).

Spencer menjelaskan bahwa telur yang lebih cepat perkembangannya akan mengeluarkan CO2 lebih banyak. Konsentrasi CO2 ini yang menjadi semacam "panggilan" sekaligus pemicu agar telur lain lebih cepat berkembang.

Hasil penelitian Spencer dipublikasikan di Proceeding of the Royal Society B edisi terbaru November 2011. Spencer menjelaskan bahwa menetas bersama sangat penting bagi kesintasan penyu. Hal itu akan memastikan individu yang rentan terlindungi dari predator. Mereka memiliki teman yang melindungi.(kompas.com)

Inidia Serangga Terberat di Dunia

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1803152.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Seorang pecinta alam menemukan treking selama dua hari di daerah terpencil Selandia Baru. Tak disangka, disana ia menemukan serangga terberat di dunia. Ingin tahu?

Mark Moffet menemukan Weta seberat 71g atau sekitar tiga kali berat tikus. Petani berusia 53 tahun ini menemukan makhluk serupa jangkrik ini setelah melakukan penjelajahan di Little Barrier Island, Selandia Baru.

“Berjam-jam kami mencari-cari sebelum akhirnya melihat seekor Weta sedang berada di atas pohon. Ia senang makan wortel dan makannya cepat. Spesies ini benar-benar terancam punah,” katanya seperti dilaporkan DM.(inilah.com)

Makhluk ini benar-benar menakjubkan, tutupnya. Berikut videonya.

Kiamat Bukan Luapan Lautan

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1803212.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Kiamat telah diramalkan berupa air laut yang meninggi hingga melahap pulau yang ada. Para ahli pun mengeluarkan bantahan mengenai hal tersebut.

Pada awal tahun ini di Konferensi Iklim PBB, Presiden Maldives Mohammed Nasheed memperingatkan, negaranya merupakan ‘negara kepulauan yang bisa tenggelam di bawah gelombang jika tak ditangani segera’.

Menurut mantan Kepala Fakultas Paleogeophysics and Geodynamics Nils Axel-Morner di Stockholm University, peringatan kiamat menyatakan pulau seperti Maldives tenggelam di bawah tak akan terjadi.

Peningkatan pada tinggi laut terkait sejarah fluktuasi alam, katanya. “Saya telah melakukan enam perjalanan ke Maldives. Saya nyatakan wilayah ini tak bermasalah. Tak perlu ada ketakutan pada naiknya ketinggian air laut,” katanya seperti dikutip DM.

Menurutnya, siklus dari abad 17 dan 18 membuktikan, naiknya arus laut tak terkait pemanasan global.

“Naiknya ketinggian laut dipengaruhi banyak faktor, seperti kecepatan rotasi Bumi. Tampak jelas, naik dan turunnya laut tak dipengaruhi ‘perubahan iklim’,” katanya.(inilah.com)

Ledakan Bintang Paling Terang

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1803136.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Ledakan bintang GRB 090323 tak hanya menerangi galaksi tempat ia ada juga galaksi lain di dekatnya. Ledakan ini serupa ledakan yang terjadi pada 12 miliar tahun silam yang menawarkan ‘jendela’ kembali ke awal mula semesta seperti dilaporkan DM.

Tanpa ledakan sinar gama, galaksi muda tak akan terlihat orang di Bumi. Para astronom mengaku terkejut mengetahui galaksi kuno ini termasuk ‘dewasa’ dari perpaduan elemen berat di dalamnya. Bintang ini diperkirakan terbentuk sekitar 50 kali bintang Bima Sakti.

GRB 090323 pertama ditemukan menggunakan NASA Fermi Gamma-Ray Space Telescope.

“Galaksi ini memiliki elemen berat yang belum pernah dilihat sebelumnya di galaksi dari awal evolusi semesta. Kami tak menyangka semesta sudah sangat dewasa dan berevolusi secara kimia,” papar Sandra Savaglio dari Max-Planck Institute di Jerman.(inilah.com)

Mau Tahu Rahasia Tenaga Melompat Katak?

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1802724.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Para ilmuwan dari Amerika Serikat (AS) berhasil menemukan rahasia bagaimana katak bisa melompat beberapa kali lebih jauh dibanding fisiologinya.

Menurut para ilmuwan, kemampuan ini terletak pada tendon katak, bukan pada ototnya. Menggunakan fotografi sinar-x kecepatan tinggi, ilmuwan hewan dari Brown University menemukan, tendon katak melebar saat hewan ini bersiap melompat kemudian memelintir seperti per.

“Otot saja tak bisa menghasilkan lompatan sebagus itu. Untuk bisa mendapat lompatan yang baik, butuh struktur yang elastis,” papar Henry Astley yang mempelajari biomekanik lompatan katak.

Saat katak mempersiapkan diri untuk melompat, ototnya akan memendek dan menyimpan energi ke tendon yang melebar. Saat katak melompat, tendon melepas energi serupa ketapel atau busur seperti dikutip UPI.(inilah.com)

Manusia Membuat Virus Flu Pembunuh Manusia

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1802720.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Sekelompok ilmuwan mendesak untuk menerbitkan hasil risetnya tentang virus flu buatan yang memiliki potensi mampu memusnahkan umat manusia di Bumi.

Virus mematikan ini merupakan versi flu burung H5N1 yang diubah secara genetik namun jauh lebih menginfeksi dan bisa menular dengan mudah pada jutaan orang di waktu sama.

Hasil riset ini bisa menimbulkan kekacauan dan membuat beberapa ilmuwan menyatakan riset ini tak seharusnya dilakukan dari awal.

Saat ini, H5N1 yang ada tak cukup menular hingga mampu menyebabkan pandemik dunia. Flu burung itu hingga kini ‘hanya’ mampu membunuh 500 orang.

Ahli virus Ron Foucher dari Erasmus Medical Centre di Belanda menemukan, lima mutasi yang terjadi pada virus burung ini cukup membuatnya bisa menyebar jauh lebih mudah.

Ilmuwan ini mengaku, tujuan awal dilakukan riset ini untuk lebih memahami virus flu burung. Di sisi lain, flu burung buatan yang jauh lebih berbahaya ini berhasil menimbulkan kekhawatiran digunakan sebagai senjata bio jika jatuh di tangan yang salah.(inilah.com)