Tampilkan postingan dengan label UAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UAN. Tampilkan semua postingan

Guru Les Matematika Bahasa Inggris Fisika Kimia | Guru Les Privat ke rumah Jakarta Depok tangerang Bekasi

Guru Les Matematika Bahasa Inggris Fisika Kimia || Les Privat Salemba menyediakan jasa Guru Les Matematika Kimia fisika bahasa Inggris untuk persiapan menghadapi UTS UAS UAN dan SNMPTN untuk wilayah Jakarta Depok Tangerang Bekasi. Dengan didukung GURU LES PRIVAT KE RUMAH yang berpengalaman dan berkualitas kami siap menyukseskan siswa siswi untuk menggapai prestasi yang lebih baik.

Guru Les Privat
Dalam mengajar guru guru kami biasa menggunakan metode pengajaran yang lebih mudah dipahami oleh siswa hal ini dikarenakan penguasaan materi yang baik dan pengalaman guru guru dalam mengajar serta membuat suasana belajar menjadi menyenangkan agar siswa menjadi tidak cepat bosan. Dalam mengajar guru guru kami secara telaten dan perlahan menerangkan setiap bagian dari materi agar siswa dapat cepat memahami materi yang sedang dipelajari. Sesi tanya jawab dan mengerjakan soal soal latihan merupakan sesuatu yang tidak boleh terlewati dalam belajar agar siswa lebih memahami materi pelajaran. Sudah jelas GURU LES PRIVAT KE RUMAH merupakan solusi tepat bagi putra putri anda dalam usaha untuk meningkatkan prestasi belajar.

Untuk Informasi dan pendaftaran silahkan hubungi kami di :
telp : 021 93414911
hp   : 081617181211

Beberapa Manfaat belajar dengan cara Les Privat untuk siswa
Siswa tidak perlu repot keluar rumah karena guru yang datang ke rumah siswa
waktu belajar lebih fleksibel karena disesuaikan dengan waktu luang siswa
siswa dapat lebih fokus dalam belajar karena dibimbing langsung seorang guru pembimbing
siswa dapat mempelajari kembali dirumah mengenai materi yang diajarkan disekolah

Materi Les Privat di STUDY PRIVATE
Tingkat SD : Seluruh mata pelajaran
Tingkat SMP : Matematika, Ipa, bahasa indonesia, Bahasa Inggris
Tingkat SMA IPA : Matematika, Biologi, kimia, fisika, Bahasa indonesia, Bahasa inggris
Tingkat SMA IPS : Matematika, ekonomi, akuntansi, sosiologi, bahasa indonesia, Bahasa Inggris
Program Les Privat bahasa : Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Bahasa Mandarin, Bahasa Perancis

keterangan :
lama belajar 1,5 jam
materi pelajaran dapat dipilih sesuai

Ini Jadwal UN Susulan 2013 - Les Privat Ke Rumah

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/04/1214062-set-latihan-ujian-nasional-620X310.jpg
Seperti tahun lalu, Ujian Nasional (UN) 2013 kali ini tetap menyediakan jadwal UN susulan bagi siswa yang berhalangan hadir saat penyelenggaraan pada 15-18 April. UN susulan digelar sepekan setelah penyelenggaraan UN resmi pada pertengahan April.

Kepala Pusat Penerangan Pendidikan Kemdikbud Hari Setiadi mengatakan bahwa siswa yang berhalangan hadir dengan alasan sakit dapat memilih untuk mengikuti susulan atau tetap mengerjakan soal UN pada 15-18 April, tetapi tidak datang ke sekolah.

"Kalau untuk yang sakit, ada dua cara untuk ujian. Bisa ikut susulan atau bisa saja mengerjakan tetap pada jadwalnya di rumah sakit jika memang dirawat," kata Hari di Kemdikbud, Jakarta, Rabu (10/4/2013).

Bagi siswa yang terpaksa mengerjakan UN di rumah sakit, akan disediakan satu pengawas untuk mendampingi selama siswa mengerjakan. Namun, jika harus mengikuti susulan, sekolah akan menyediakan ruang dan pengawas pada saat itu.

Untuk soal UN susulan tentunya akan mengambil dari salah satu soal yang ada pada 20 variasi soal yang disediakan sehingga kemungkinan siswa yang ikut susulan mendapatkan bocoran soal dari teman lainnya sangat kecil.

"Soalnya ada banyak variasi. Sulit juga jika harus satu-satu cari tahu soalnya," kata Hari.

Adapun jadwal UN susulan adalah sebagai berikut:

Senin, 22 April: Bahasa Indonesia.
Selasa, 23 April: Fisika (IPA), Ekonomi (IPS), bahasa asing lain (bahasa) dan Bahasa Inggris.
Rabu, 24 April: Matematika.
Kamis, 25 April: Kimia, Biologi (IPA), Sosiologi, Geografi (IPS), Antropologi, Sastra Indonesia (bahasa).(kompas.com)

Siswa Diimbau Tak Percaya Bocoran Soal - Les Privat Ke Rumah

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/13/1238006-lembar-jawaban-ujian-nasional-620X310.jpg
Jelang pelaksanaan ujian nasional (unas) pekan depan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengingatkan siswa untuk tidak mudah percaya adanya pesan selebaran atau pesan pendek berisi bocoran jawaban soal. Selebaran, ataupun pesan pendek berisi soal unas termasuk jawabannya, sama sekali tidak benar.
Tolong dijelaskan kepada anak-anak, kalau ada SMS bocoran jawaban Unas, itu semuanya bohong. Mereka harus diberi pengertian agar mereka tidak percaya dengan SMS atau surat bocoran itu. Ini penting untuk disosialisasikan agar mereka tidak goyah

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di acara penandatanganan fakta integritas penyelenggaraan unas tahun pelajaran 2012/2013 Dinas Pendidikan Kota Surabaya di Gedung Djoeang Surabaya, Senin (8/4/2013).

Fenomena beredarnya jawaban soal memang marak terjadi jelang pelaksanaan unas. Apalagi dengan kemajuan teknologi seperti sekarang, rumor bocoran jawaban soal itu bisa beredar lewat SMS ataupun BlackBerry Messenger (BBM). Jadi, kalau pengarahan tidak diberikan, maka siswa-siswi bisa percaya begitu saja dengan bocoran jawaban tersebut.

Kendati demikian, Risma meyakini bahwa siswa-siswa di Surabaya sudah sangat siap menghadapi pelaksanaan unas. Terlebih lagi, dia telah menginstruksikan kepala sekolah dan para guru untuk menyiapkan anak didiknya menjelang persiapan menghadapi unas. Caranya dengan melakukan latihan mengerjakan soal via ulangan setiap minggu.

"Saya yakin anak-anak sudah lebih siap dibanding tahun 2012, dan harus terus diyakinkan bahwa mereka sudah siap," ujarnya sembari menegaskan bahwa pentingnya pengawas unas untuk ramah kepada siswa. Dalam artian, pengawas tidak menciptakan suasana menegangkan yang membuat peserta unas menjadi gugup. Jadi, pengawas disarankan untuk tidak memakai sepatu ala hansip yang bisa memicu bunyi thok-thok ketika berjalan.

"Pengawas yang ramah anak, bukannya menakut-nakuti. Tolong juga diingatkan para peserta untuk menulis nama dan nomor ujian karena kalau tegang, biasanya mereka justru lupa pada hal-hal yang prinsip," kata Risma yang mengapresiasi pengamanan dalam pembagian soal unas yang dilakukan polsek dan polres pada pelaksanaan Unas 2012.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan menambahkan, pihaknya akan melakukan pengambilan naskah soal di percetakan, Kamis (11/4/2013), untuk kemudian dibawa ke Polrestabes Surabaya. Dari Polrestabes Surabaya, soal kemudian didistribusikan ke polsek-polsek pada Sabtu (13/4/2013).

"Kemudian Senin (15/4/2013), dari polsek didistribusikan ke sekolah," ungkap Ikhsan. Dia mengatakan, pelaksanaan unas untuk SMA dimulai 15 April 2013, sementara SMP dimulai pada 22 April 2013 dan SD pada 6 Mei 2013. Untuk siswa yang terkendala dalam mengikuti unas, Dinas Pendidikan sudah menyiapkan konsep.

Semisal, jika ada siswa yang harus melaksanakan unas di rumah sakit, maka ada tim yang akan disiapkan mendampinginya. Unas akan dilaksanakan di tempat masing-masing atau susulan pada minggu berikutnya bagi siswa yang memang terkendala.(kompas.com)

Para Pengungkap Kecurangan UN Itu Kini Berjuang Sendiri - Les Privat Ke Rumah

"Saya dimarahi dan dimusuhi teman-teman di sekolah. Kata teman-teman, guru-guru jadi kena masalah gara-gara saya. Padahal, saya cuma bicara jujur. Kata ayah dan bunda, kita harus selalu jujur."

Demikian dikatakan Muhammad Abrary Pulungan (14) seusai pemutaran video dokumenter kolaborasi "Temani Aku Bunda" dan diskusi "UN untuk Apa?", Sabtu (6/4/2013) lalu, di XXI Epicentrum, Jakarta. Video dokumenter berdurasi 77 menit yang dibuat selama lebih dari satu tahun itu berkisah tentang pengalaman Abrar yang pernah melaporkan kecurangan ujian nasional (UN) di sekolahnya, SD Negeri 06 Petang, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dua tahun lalu atau tepatnya Mei 2011.

Pengalaman buruk dan traumatik bagi Abrar itu berawal ketika dua hari sebelum UN ia dan beberapa temannya disuruh oleh salah satu gurunya membuat kesepakatan saling membantu memberikan jawaban soal saat ujian. Dalam kesepakatan tertulis itu, para siswa dilarang memberi tahu siapa pun, termasuk orangtua.

Pada saat ujian, Abrar gelisah saat teman-temannya bebas bertukar jawaban, padahal ada pengawas yang sedang bertugas. "Kita disuruh merahasiakan dari orangtua atau saudara sampai dewasa," kata Abrar di dalam film dengan produser Yayasan Kampung Halaman dan sutradara Tedika Puri Amanda serta Irma Winda Lubis (ibu dari Abrar) itu.

Setelah ujian dan sesampainya di rumah, Abrar tidak tahan dan mengadu ke ibunya sambil menangis.

Mendengar cerita anaknya, Winda pun berang dan meminta sekolah mengakui dan meminta maaf ke publik. Seluruh proses perjalanan Winda mencari kebenaran dan keadilan bagi Abrar tak kunjung berbuah sampai hari ini. Pemerintah daerah melalui dinas pendidikan telah membentuk tim investigasi, tetapi hasilnya nihil.

Keluarga Abrar pun ke sana kemari mengadu ke berbagai lembaga bantuan hukum dan berbagai organisasi pejuang hak anak untuk meminta perlindungan, tetapi sampai kini tanpa kabar.

Segala macam bukti telah diserahkan, termasuk rekaman suara pengakuan guru Abrar kepada orangtua Abrar. Di dalam film terdengar jelas suara guru Abrar yang mengaku meminta para siswa untuk berlaku tidak jujur. Alasannya, ia hanya ingin membantu siswa dan orang tua agar lulus UN.

"Abrar dibilang gurunya kalau ia hanya terlalu sensitif dan kita harus ikut arus orang lain," kata Winda.

Meski perjuangan terasa tanpa ujung, Winda dan suaminya tidak patah arang. Apalagi karena Abrar pun meminta kedua orangtuanya, terutama ibunya, untuk tidak menyerah dan tetap berjuang. "Saya tidak mau ada siswa bodoh dapat nilai bagus. Kalau pemimpinnya orang bodoh, nanti Indonesia bisa roboh," kata Abrar dalam sesi diskusi.

Diusir warga

Kasus serupa pada tahun yang sama juga dialami Alif (14), siswa yang melaporkan kecurangan UN di sekolahnya, SD Negeri Gadel 2, Tandes, Surabaya. Alif juga diminta guru memberikan jawaban soal UN kepada temannya yang tidak tahu.

Kasus ini ramai diperbincangkan hingga keluarga Siami (ibu Alif) diusir warga dari rumahnya karena tidak suka dengan kejujuran Alif. Alif dan keluarganya pun dituding sok jujur oleh guru, orangtua siswa lain, hingga masyarakat sekitar tempat tinggalnya.

"Kami mendidik Alif untuk selalu jujur dan percaya dengan kemampuan sendiri. Tetapi, di sekolah ia malah diajari tidak jujur. Saya dihujat masyarakat dan dianggap sok pahlawan," kata Siami yang datang ke pemutaran film tanpa Alif.

Bagi orangtua siswa lain dan masyarakat setempat, kata Siami, berbagi jawaban soal ujian sudah hal yang lumrah wajar. Guru yang meminta Alif berbagi jawaban itu pun justru dianggap oleh masyarakat hanya berkeinginan membantu siswa agar lulus UN.

Bagi Siami, hal ini tidak bisa dibiarkan dan ia harus bertindak. "Kalau saya diam saja dan tidak berjuang, nanti saya tidak bisa kasih contoh baik ke anak saya," ujarnya.

Sayangnya, seperti halnya Winda, Siami kini juga berjuang sendiri. Setelah satu tahun kasus Alif berlalu, semua dukungan dan bantuan menguap entah ke mana. Padahal, Siami merasa Alif masih membutuhkan bantuan, terutama pendampingan psikologis.

"Yang penting anak saya punya teladan orang dewasa yang berlaku jujur," ujarnya.

Psikolog anak Silmi Kamilah Risman berharap orangtua selalu menanamkan nilai-nilai kejujuran pada anak sejak dini di rumah karena anak sudah mulai mengikuti contoh-contoh yang ada di masyarakat. Orangtua harus tetap kritis meski harus menentang arus.

"Suara-suara yang kritis itu seperti suara sumbang dalam tim koor yang kompak," ujarnya.(kompas.com)

Empat Hal yang Harus Diperhatikan Saat UN - Les Privat Ke Rumah

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/05/07/0751293620X310.jpg
Ternyata kegagalan dalam Ujian Nasional (UN) tidak hanya disebabkan pada ketidaksiapan siswa terhadap materi saja. Sebab, banyak siswa yang cerdas dan sebenarnya memperoleh nilai tinggi di UN harus menghadapi kenyataan pahit karena Lembar Jawaban Komputer (LJK) miliknya tak terpindai.

Pemerhati Pendidikan Saufi Sauniwati mengatakan bahwa hal ini terjadi berulang kali di tiap penyelenggaraan UN. Beberapa hal yang membuat LJK akhirnya tidak terpindai saat dilakukan koreksi jawaban adalah cara penghitaman yang salah, mencorat-coret LJK, tidak teliti saat mengisi LJK dan tidak mengisi LJK dengan pensil 2B.

"Saya sempat ikut mengoreksi saat di Cimahi dan itu banyak kejadian seperti itu. Jadi siswa juga diminta disiplin karena yang namanya teknis ini sangat menunjang," kata Saufi di Jakarta beberapa saat lalu.

Pertama, jangan pernah mencoba menggunakan alat tulis selain pensil 2B. Sebab, dalam POS Ujian Nasional (UN) yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan wajib menggunakan pensil 2B agar dapat terpindai dengan baik.

"Ada yang waktu itu memakai spidol hitam. Ya jelas tidak bisa terbaca oleh mesin. Jadi guru atau pengawas juga harus awasi peserta UN untuk ini," ujar Saufi.

Kedua adalah cara penghitaman LJK. Sebenarnya, cara penghitaman ini sudah berulang kali dijelaskan. Namun, berulang kali pula, banyak siswa yang masih salah sehingga jawaban tak terbaca.

Yang pasti bulatan harus dihitamkan penuh dan tepat. Sebaiknya juga hindari hanya memberi centang pada LJK dan akan dihitamkan nanti karena dikhawatirkan waktunya tidak cukup.

Ketiga adalah hindari mencorat-coret LJK di bagian yang tidak diminta karena akan mengakibatkan LJK tak terpindai. Salah satunya adalah tanda hitam dipinggir LJK yang merupakan penanda sebaiknya jangan dicorat-coret.

Kemudian jika diminta membubuhkan tanda tangan, maka lebih baik tetap gunakan pensil dan jangan di luar kotak. "Pernah kejadian, anak ini dapat nilai tinggi saat dikoreksi manual tapi saat dipindai tidak terbaca. Karena tanda hitam yang dipinggir LJK itu diwarnai dan ada juga yang malah buat gambar di LJK," ujar Saufi.

Selanjutnya, teliti dalam mengisi LJK. Seringkali siswa lupa menghapus jawaban yang salah sehingga jawaban pada suatu nomor menjadi dobel. Hal ini termasuk saat mengisikan nama dan identitas di LJK. Perbedaan nama atau identitas juga mengakibatkan LJK tak terbaca.

"Misalkan begini, namanya Christian Hadinata. Pada hari pertama dia tulis lengkap. Kemudian hari kedua hanya ditulis C. Hadinata dan hari ketiga Christian. H. Itu tidak akan bisa terakumulasi nilainya sehingga merugikan," jelasnya.

"Jadi jangan iseng dan disiplin dalam teknis pengerjaannya juga sangat penting," tandasnya.(kompas.com)

Puluhan Siswa Pingsan Saat Doa Bersama - Les Privat Ke Rumah

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/03/2127212-distribusi-soal-ujian-nasional-620X310.JPG
Puluhan siswa kelas XII dari SMA se-Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pingsan dan histeris saat mengikuti acara doa bersama untuk pelaksanaan ujian nasional (UN) di Gedung Pemuda, Jalan Soedirman, Kecamatan Temanggung, Sabtu (6/4/2013).

Para siswa tersebut terpaksa digendong, tidak melanjutkan acara doa, dan ditenangkan oleh sejumlah guru. Felinda (17), seorang siswi SMAN 1 Temanggung, mengatakan dirinya sudah siap mengikuti UN karena sudah belajar dan mempersiapkan diri dengan baik. Dia mengaku tiba-tiba histeris dan menangis saat membaca doa karena merasa terharu.

"Tiba-tiba saja saya sedih karena teringat harus membahagiakan orangtua," ujarnya. Saat itu, peserta doa bersama menjelang pelaksanaan UN ini mencapai 2.150 orang. Sebaliknya, Yuni (17), siswi SMAN 2 Temanggung, mengaku takut dan tidak siap untuk menghadapi UN.

Kecemasan ini memuncak hingga akhirnya dia pingsan saat pembacaan doa. "Saya takut jika nantinya saya tidak lulus UN," ujarnya.(kompas.com) 

Mau Sukses UN, Intip Caranya...

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/04/1212021-set-latihan-ujian-nasional--620X310.jpg
Ujian nasional (UN) 2013 untuk jenjang SMA/SMK/MA akan digelar pada 15 April mendatang. Berbagai persiapan dilakukan para siswa agar dapat lulus pada UN kali ini. Namun, ada satu hal yang diingat, yaitu perbanyak latihan soal.

Pemerhati pendidikan, Saufi Sauniwati, mengatakan, belajar dengan menghafal materi saja tidak cukup ampuh untuk menaklukkan soal UN yang nanti diujikan. Untuk itu, siswa sebaiknya sering berlatih soal sesuai kisi-kisi UN yang ada sehingga memudahkan saat menjawab soal pada ujian sebenarnya.

"Banyak medianya, bisa lewat buku kumpulan latihan soal atau lewat portal yang menawarkan latihan soal UN atau dari bimbel juga bisa," kata Saufi.

"Yang terpenting, pilih buku kumpulan soal atau portal yang sesuai kisi-kisi UN resmi dan bisa digunakan untuk mengukur kemampuan dari jawaban soal yang ada," imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa banyaknya melakukan latihan soal jelang ujian itu terbukti mampu meningkatkan jembatan memori dalam otak. Yang artinya, makin sering seorang siswa berlatih soal UN, maka ingatan tentang soal UN dan bagaimana menjawabnya, juga bagaimana menganalisis kesalahannya akan terbentuk.

Tidak hanya itu, latihan soal ini juga bermanfaat bagi para guru. Pasalnya, guru dapat memetakan nilai siswa dan fokus pada siswa yang masih tertinggal.

Latihan soal ini juga bisa dipergunakan untuk memprediksi angka kelulusan sebuah sekolah, mengevaluasi kegiatan belajar mengajar (KBM), membuat strategi pembelajaran baru bagi siswa, serta dapat digunakan orangtua untuk memprediksi kemampuan anak.(kompas.com)

Tips Jitu Untuk Lulus UAN

Waktu Ujian Akhir Nasional tinggal menghitung hari, olehnya itu saya akan membagikan beberapa tips Lulus Ujian Akhir nasional (UAN) 2011. Dari Informasi tentang UAN , kita ketahui bahwa dalam sistem UAN 2011 kali ini, banyak sekali perbedaan dengan sistem-sistem yang diberlakukan sebelumnya, diantaranya posisi tempat duduk diatur sedimikian rupa agar bisa dimimalisir adanya kerjasama (saling menyontek) dalam ujian. semua ini dilakukan agar betul-betul dihasilkan output atau keluaran siswa yang berkualitas. 

Inilah Tips Lulus UAN 2011.

Pada saat-saat ini juga kita perlu waspada terhadap beredarnya kunci jawaban UAN palsu, karena banyak oknum yang melakukan aksinya, pada waktu-waktu seperti ini.
Next…. sekarang simaklah sedikit Tips atau rahasia Lulus UAN, inilah tips lulus UAN :
  • Mengingat ujian tinggal beberapa hari lagi usahakan benar benar fokus, belajar dan belajar;
  • Jangan lupa refreshing buat penyegaran otak biar tidak stres tapi jangan keterusan, usahakan refreshing ke tempat rekreasi alam bisa bersama teman atau keluarga jangan malah cuma main saja;
  • Olahraga  biar tidak gampang sakit, rajin beribadah untuk mententramkan hati kita, sering sering konsultasi ke guru atau orang tua tentang pelajaran atau tentang informasi di perkuliahan;
  • Malam sebelum ujian sebaiknya jangan belajar yang terlalu berat. gunakan waktu ini hanya untuk mengingat kembali materi yang telah kita kuasai dan jangan mencoba belajar materi yang sama sekali tidak kita kuasai;
  • Bangunlah lebih awal pada hari H sekedar hanya untuk sholat (bagi yang beragama Islam)  agar di beri kekuatan yang besar untuk menghadapi soal soal hari ini sesulit apapun itu;
  • Jangan lupa sarapan sebelum berangkat dan minta doa restu dari orangtua di jamin bakal tenang dan jangan sampai telat;
  • Pastikan semua perlenkapan ujian telah siap jangan sampai ada yang ketinggalan, kalau ada hal yang terlupa bisa di pastikan hal ini akan membuat anda panik sebelum ujian;
  • Waktu terima soal ujian cobalah untuk tersenyum seburuk apapun soalnya nanti dan sejelek apapun penjaga di ruang ujiannya;
  • Berdoa sebelum mengerjakan, nikmatilah detik detik ketika anda mengerjakan soal demi soal, jangan di buat stres dengan soal soal yang sulit di buat senyum saja ketika ada soal sulit, di hitung pelan pelan kalau tidak bisa tinggalin saja ganti soal yang lain, tapi ingat waktu, setelah selsai jangan lupa mengecek kelengakapan identitas di lembar jawaban;
  • Jangan pernah membahas soal yang telah anda kerjakan karena hal ini tidak akan merubah apapun justru anda akan kecewa ketika nantinya anda tahu ada jawaban anda yang salah;

Kisi-Kisi UN/UASBN/UAN 2013 SD SMP SMA

SUPERIOR QUANTUM - Di tengah polemik rencana pelaksanaannya tahun depan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  melalui Badan Standar Nasional Pendidikan  atau BSNP akhirnya merilis kisi-kisi soal Ujian Nasional 2013 (Kisi-Kisi UN/UASBN/UAN 2013 SD SMP SMA). Perkiraan soal untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah itu mulai disosialisasikan di laman resmi BSNP sejak hari Selasa (20/11/2012).

Dalam laman tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mencantumkan tiga tautan, yaitu tautan surat keputusan (SK) tentang kisi-kisi soal ujian nasional (UN/UASBN/UAN), tautan berisi kisi-kisi soal
UN/UASBN/UAN untuk jenjang sekolah dasar, serta satu tautan berisi kisi-kisi soal UN/UASBN/UAN untuk jenjang sekolah menengah pertama dan atas.

SK menyebutkan bahwa khusus kisi-kisi
UN/UASBN/UAN ini digunakan sebagai acuan dalam penyusunan soal UN/UASBN/UAN dan memiliki masa berlaku selama tiga tahun.

Sosialisasi kisi-kisi soal
UN/UASBN/UAN ini sesuai dengan janji Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemdikbud Hari Setiadi, pekan lalu. Sebelumnya, rencana sosialisasi kisi-kisi memang sempat diundur dari bulan Oktober ke bulan November.

Kepada Kompas.com, pekan lalu, Hari mengatakan, para guru dapat segera memanfaatkan kisi-kisi ini sebagai acuan untuk mengajarkan materi yang sesuai kepada siswanya. Selain melalui situs resmi BSNP dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud, kisi-kisi akan disosialisasikan melalui dinas pendidikan di masing-masing daerah.

Materi yang dimuat dalam kisi-kisi dan akan diujikan dalam
UN/UASBN/UAN tahun depan pun tidak jauh berbeda dengan kisi-kisi soal UN 2012. Oleh karena itu, meski soal UN/UASBN/UAN akan dibuat dalam 20 variasi, menurut Hari, guru dan siswa tak perlu khawatir.(kompas.com)

Dampak Kurikulum Baru pada Pelaksanaan UN

SUPERIOR QUANTUM - Setelah dipaparkan pada Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Boediono, Selasa lalu, kurikulum baru akan segera diuji publik dengan menawarkan berbagai pilihan terkait struktur kurikulum tiap jenjang maupun teknis penerapannya. Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), kurikulum baru ini nyaris merombak keseluruhan sistem pembelajaran.

Sebagai dampak, muncul pertanyaan apakah Ujian Nasional (UN) akan tetap dapat dilakukan dengan sistem pembelajaran berbasis tematik integratif ini?

Anggota Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP), Teuku Ramli Zakaria, mengatakan bahwa ada kemungkinan UN ditiadakan pada tingkat SD. Namun bisa jadi UN tetap berlanjut dengan pola dan cara yang berbeda dari yang selama ini dijalankan.

"Bisa jadi tidak ada UN. Tapi bisa juga UN tetap ada dengan kisi-kisi UN dari nasional tapi soal dibuat oleh sekolah," kata Ramli kepada Kompas.com, Jumat (16/11/2012).

Sementara untuk jenjang yang lain seperti Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), UN tetap dijalankan seperti biasa. Ia menuturkan bahwa untuk tingkat menengah ini, UN masih dianggap penting sebagai pertimbangan proses seleksi ke jenjang selanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh juga sempat mengatakan bahwa masalah UN untuk tingkat SD seiring diberlakukannya kurikulum baru pada Juni 2013 masih dibahas. Namun ada kemungkinan UN untuk SD dapat ditiadakan melihat sistem pembelajaran yang baru.

"Ya untuk SD yang pengaruh. Tapi masih dibahas. Kalau untuk SMA itu tetap ada," jelas Nuh.(kompas.com)

Bulan Oktober, Kisi-kisi UN 2013 Disosialisasikan

SUPERIOR QUANTUM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merencanakan sosialisasi kisi-kisi Ujian Nasional (UN) 2013 pada bulan depan. Saat ini, Kemendikbud tengah mematangkan konsep kisi-kisi tersebut untuk kemudian dikoordinasikan bersama Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Kepala Badan Penelitian dan Pemgembangan Kemendikbud, Chairil Anwar Notodiputro mengatakan, kebijakan  untuk menerapkan 20 paket soal pada UN mendatang menuntut pihaknya melakukan pesiapan yang lebih matang, diawali dengan penyusunan kisi-kisi supaya bisa segera disosialisasikan.

"Dengan adanya 20 variasi soal memang perlu persiapan lebih, terutama kisi-kisi soal yang diujikan. Tahun lalu November akhir, tahun ini kami targetkan Oktober kisi-kisi sudah bisa dipelajari siswa," kata Chairil kepada Kompas.com, Sabtu (15/9/2012)

Akan tetapi, kata dia, sosialisasi baru bisa dilakukan setelah BSNP memberi "restu" untuk melansir kisi-kisi UN tersebut. Karena secara teknis, Kemendikbud hanya berwenang memberikan konsep atau draf kisi-kisi UN, langkah selanjutnya menjadi wewenang penuh BSNP sebagai badan yang bertanggungjawab besar pada UN.

"Balitbang Kemendikbud harus berkoordinasi dengan BSNP untuk mensosialisasikan kisi-kisi UN. Jika BSNP oke, maka itu akan langsung dibagikan ke masyarakat melalui website," pungkasnya.

Sesuai kisi-kisi
Sementara itu, Chairil juga mengatakan bahwa pembuatan soal-soal UN 2013 akan merujuk pada kisi-kisi yang bakal disosialisasikan. Dia mengatakan, rancangan ini bertujuan agar tercipta kesinambungan antara kisi-kisi UN dengan soal yang akan diujikan. Dengan demukian, para peserta UN tak akan kaget saat menghadapi ujian.

"Kisi-kisi menjadi dasar untuk pembuatan soal, supaya ada kesinambungan antara materi yang dipelajari dengan soal ujian," tuturnya.

Pemerintah telah menetapkan kebijakan untuk menggunakan 20 jenis soal pada pelaksanaan UN 2013. Hal itu dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan kredibilitas UN, sejalan dengan upaya menekan praktik kecurangan pada hajat tahunan itu, selain agar sesuai dengan rencana mengintegrasikan hasil UN sebagai tiket masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).(kompas.com)

Strategi Hadapi 20 Tipe Soal UN

 http://assets.kompas.com/data/photo/2012/06/05/1403196620X310.JPG
SUPERIOR QUANTUM - Sekolah, terutama para guru yang bertugas menyiapkan siswanya untuk menghadapi Ujian Nasional (UN) model baru, kini sudah mulai memetakan strateginya. Hal ini terkait rencana pemerintah yang akan mengeluarkan kebijakan baru membuat 20 tipe soal UN untuk mengurangi kecurangan, dan mengintegrasikan hasil UN sebagai instrumen untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Guru Bidang Kurikulum SMAN 68 Jakarta Anwar Fari mengatakan, jika standar kompetensi lulusan sudah diperbaharui melalui sistem tersebut, sekolah akan tetap memperhatikan kompetensi dasar dan melakukan persiapan lebih dalam.

"Kalau sudah ada surat keputusan dan acuan yang jelas, sekolah akan mengikutinya," ujar Farid saat dihubungi kompas.com, Senin (17/9/2012).

Meski belum digulirkan secara resmi, Farid mengatakan rencana pengadaan 20 tipe soal UN bisa membawa perubahan. Menanggapi hal demikian, sekolah hanya akan mengajak para siswa untuk belajar lebih giat lagi.

"Belajar saja terus dari tahun lalu juga seperti itu, maka kalau ada perubahan lagi, nanti diberitahukan kepada siswa untuk lebih giat lagi menghadapi tantangan baru. Dan lagi pula, ini sebenarnya tidak ada perbedaan, hanya porsinya saja," kata Farid.

Menurut Farid, sebenarnya soal yang nanti diberikan pada siswanya adalah sama, yakni berjenis multiple choice. Sifatnya juga lebih kepada pemahaman materi dari setiap mata pelajaran yang diujikan.

"Jadi modelnya tetap sama-sama pilihan ganda. Persiapannya hanya perlu pemantapan khusus dengan belajar terus materinya dan menganalis bentuk dan kedalaman soal-soal," jelasnya.

Sama halnya dengan tanggapan Nurliana, Kepala SMUN 94 Semanan Jakarta Barat. Dia menganggap pengadaan 20 tipe soal UN sebagai tantangan, sehingga para guru tetap perlu memikirkan strategi pembelajaran untuk mencapai semua tujuan pendidikan.

"Kami akan menjadikannya tantangan. Tetap memeriksa persiapan mengajar guru, mengawasi pelaksanaan pembelajaran dan mengadakan evaluasi serta menganalisa hasil evaluasi," ucapnya, membocorkan strategi belajar mengulang atau remedial dan pengayaan belajar sesuai hasil analisis sekolahnya.

"Bukan hanya itu saja, siswa pun harus diberi motivasi agar lebih semangat belajar. Bekal seperti ini juga berguna untuk hidup mereka ke depannya, karena sehebat apapun guru semua tergantung siswanya," katanya.

Menurutnya, strategi yang perlu dilakukan adalah dengan membiasakan siswanya menghadapi variasi soal dari sekarang, sehingga meskipun berbeda jenisnya, materi yang diujikan tidak jauh berbeda dengan pelajaran di kelas.

"Kecuali pengayaan soal-soal SMPTN terus dicampuradukkan," cetusnya.(kompas.com)

Mengapa Siswa Gagal Ujian Bahasa Indonesia?

 http://assets.kompas.com/data/photo/2012/05/07/0751293620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Tingginya angka kegagalan siswa SMA pada mata pelajaran Bahasa Indonesia ditengarai terjadi karena adanya pergeseran nilai di kalangan generasi muda. Bahasa Indonesia kini dianggap sebagai mata pelajaran yang tidak penting dibandingkan bahasa asing. "Jelas ada pergeseran nilai, dan kini anak-anak yang menjadi korban," kata Abdul Chaer, dosen Bahasa Indonesia dari Universitas Negeri Jakarta. Ia menilai, saat ini para siswa lebih mementingkan menguasai bahasa Inggris ketimbang bahasa negaranya sendiri. "Entah karena gengsi atau apa, tapi saat ini fenomena itulah yang terjadi," ungkapnya.

Padahal, menurut Abdul, sesulit apa pun, seharusnya seluruh siswa menguasai bahasa resmi negaranya. Karena itu, menanggapi banyaknya siswa yang tidak lulus mata pelajaran Bahasa Indonesia, ia mengatakan, semua pihak ikut bertanggung jawab untuk membangkitkan kembali kecintaan mereka pada bahasa Indonesia. Selain karena pergeseran nilai, ia menduga angka kelulusan yang rendah itu akibat materi ujian yang sulit. "Bisa jadi karena soalnya yang terlalu sulit karena berbeda dengan apa yang diajarkan. Yang pasti ini harus jadi keprihatinan kita semua," tandasnya.

Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyebutkan, mayoritas kegagalan siswa SMA pada ujian nasional tahun ini ada pada ujian Bahasa Indonesia dan Matematika. Ironisnya, mereka adalah para siswa di sekolah-sekolah wilayah perkotaan, seperti ibu kota provinsi atau ibu kota kabupaten/kota. Dari 1.524.704 siswa peserta UN jenjang SMA, sebanyak 7.579 siswa dinyatakan tidak lulus. Untuk SMK, 2.925 siswa tidak lulus dari 1.039.403 siswa peserta UN. Adapun untuk pengumuman resminya akan diumumkan secara serentak pada Sabtu (26/5/212) besok.(kompas.com)

Sekolah Siapkan Perangkat Pengumuman UN

 http://assets.kompas.com/data/photo/2010/05/11/3812837620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Kepala sekolah diminta untuk mempersiapkan seluruh keperluan dalam rangka pengumuman Ujian nasional yang akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia Sabtu, 26 Mei 2012. "Dari sekarang saya imbau kepada seluruh kepala sekolah di Sumut untuk mempersiapkan seluruh keperluan jelang pengumuman hasil ujian nasional, baik papan pengumuman maupun perangkat lainnya," kata Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Syaiful Syafri di Medan Rabu. Sesuai Standar operasional prosedur, kata dia, Hasil Ujian Nasional (UN) tahun 2012 tingkat SMA, SMK serta Madrasah Aliyah (MA) di Sumatra Utara akan diumumkan serentak pada Sabtu, 26 Mei 2012. 

Pengumuman resmi hasil UN tahun 2012 secara nasional akan diumumkan pada Kamis (24/5) oleh Mendikbud, sedangkan pengumuman hasil UN siswa peserta di masing-masing sekolah di seluruh kabupaten /kota di Indonesia termasuk Sumut akan diumumkan pada hari Sabtu (26/5). "Hasil tingkat kelulusan UN tahun 2012 akan diumumkan Kamis, untuk kemudian master pengumuman hasil UN tersebut pada hari Jumat (25/5) akan langsung diberikan kepada seluruh kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota kemudian dikirimkan kepada seluruh kepala sekolah untuk mengumumkan hasilnya pada hari Sabtu (26/5)," katanya. Sementara itu disinggung soal tingkat kelulusan siswa Sumut pada UN tahun 2012 ini, ia belum mau merinci, namun secara umum ia mengatakan ada peningkatan dibanding tahun sebelumnya. "Namun berapa persen tingkat kelulusannya kami belum tahu secara persis. 

Mengenai mekanisme pengumumannya nanti kita serahkan kepada sekolah masing-masing," katanya. Dalam kesempatan itu ia juga mengatakan jika ada siswa yang tidak lulus diharapkan untuk tidak langsung patah semangat, karena masih ada ujian kesetaraan paket C, yang akan dilaksanakan pada pertengahan Juli 2012 atau bisa mengulang pada UN tahun berikutnya. "Sementara kepada para peserta UN yang nantinya dinyatakan lulus, jangan langsung berbangga hati dengan terlalu euforia. Karena harus mempersiapkan diri untuk menghadapi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2012," katanya.

Hari Pertama, 134 Pelajar SMP Kediri Tidak Lulus UN

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/04/23/1011456620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Sebanyak 134 pelajar di Kota Kediri dan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, langsung dinyatakan tidak lulus pada hari pertama pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah pertama (SMP) sederajat, Senin (23/4/2012). Hal tersebut diputuskan setelah para siswa tersebut tidak mengikuti ujian tanpa keterangan apa pun.

Di Kota Kediri, total jumlah peserta UN terdata hingga mencapai 6.843 siswa yang berasal dari 38 lembaga sekolah. Dari jumlah tersebut, 6 siswa tidak mengikuti ujian tanpa disertai keterangan apa pun, sementara 2 siswa lainnya tidak masuk karena sakit. "Dua siswa yang sakit itu akan ikut ujian susulan pada 30 April hingga 4 Mei nanti, sementara yang tidak ada izinnya enggak bisa ikut (ujian) susulan," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Kediri Hariyadi kepada wartawan.

Sementara itu di Kabupaten Kediri, jumlah siswa yang tidak ikut ujian tanpa pemberitahuan mencapai 128 siswa dari total 19.985 peserta UN. "Selain itu ada empat pelajar lainnya tidak masuk dengan izin sakit," kata Edy Purwanto, Plt Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Kediri.

Baik di Kota maupun Kabupaten Kediri, pelaksanaan UN hari pertama masih relatif aman dan lancar tanpa kendala berarti. Hanya, empat pelajar di Kabupaten Kediri harus mengerjakan ujian di Mapolsek Kediri karena tersangkut masalah kriminal.(kompas.com)

UN SMP Tahun Ini Paling Terburuk

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/04/26/1423054p.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Pada hari terakhir pelaksaan ujian nasional tingkat SMP dan sederajat, masih saja ditemui hal-hal yang meresahkan pengawas dan murid. Misalnya saja untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang diujikan hari ini, Kamis (26/4), terdapat perbedaan jumlah soal dengan mata pelajaran sebelumnya.

Setiap paket soal, yakni paket A, B, C, D dan E, sejak hari pertama terdiri dari 40 soal. Namun untuk paket C hari ini, jumlah soal hanya 39.

"Siswa dan pengawas panik karena berbeda dengan soal sebelumnya. Tetapi saya minta agar dikerjakan sesuai dengan yang ada di soal, dan lembar jawaban ujian juga disesuaikan," kata Ruslam Dimyati, Kepala MTs. Mambaul Ulum, Desa Panaan, Kecamatan Palenggaan, Pamekasan.

Khawatir hanya di sekolahnya yang ada perbedaan soal seperti itu, Ruslan mencoba mengecek ke sejumlah lembaga lainnya. "Jawaban pengawas sama, soalnya hanya 39," tambah Ruslan.

Karena siswa dan pengawas panik, panitia memutuskan agar persoalan itu cukup dijelaskan di berita acara saja.

"Kesepakatan itu sudah atas sepengetahuan pengawas dari kepolisian," kilah Ruslan.

Ruslan menilai, pelaksanaan UN tahun ini sangat buruk. Hal itu berdasarkan beberapa kejadian yang dianggap merugikan siswa.

"Di hari pertama ada puluhan lembar jawaban yang rusak dan sobek, soal ujian tertukar dan sekarang ini soalnya kurang," ungkapnya.

Seharusnya, terang Ruslan, biaya mahal yang dikeluarkan pemerintah dari APBN bisa menyelenggarakan UN dengan baik.(kompas.com)

Aksi Nyontek Massal di Hari Kedua UN

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/04/17/1010443p.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Aksi nyontek massal tetap mewarnai pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari kedua di kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Selain berbagi jawaban, para peserta ini asyik berdiskusi meski dihadapan pengawas UN yang hanya berjumlah dua orang tiap ruangan.

Seakan mendapat dukungan dari pengawas dengan tidak adanya teguran bagi pelajar yang berlaku curang, para pengawas hanya duduk sambil mengobrol dengan sesama pengawas lainnya.

Terkait dengan aksi kecurangan ini, pihak Panitia Ujian Nasioanl mengaku telah meningkatkan pengawasan dengan melakukan pemeriksaan terhadap para peserta UN sebelum memasuki ruangan Ujian. Namun diakui memang tidak ada penambahan personel pengawas guna meminimalisir aksi kecurangan ini "Hari kita telah tingkatkan pengamanannya termasuk semua barang siswa disimpan di luar ruangan kecuali pensil dan penghapus saja, kalau penambahan pengawas saya kira itu tidak perlu karena sudah cukup dua orang tiap kelas, ujar H. Hasbullah Djabbar, Ketua Panitia UN Provinsu Sulawesi Selatan.(kompas.com)

Semua Soal UN Ada di Polsek

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/26/1557404620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Semua soal ujian nasional (UN) untuk tingkat SMA dan sederajat di Kalimantan Selatan sudah berada di kantor kepolisian sektor di masing-masing daerah. Soal pun siap dibagikan ke sekolah sesaat sebelum ujian.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kalsel Herman Taufan, yang dikonfirmasi soal kesiapan terkini pelaksanaan UN, mengatakan, sejauh ini tidak ada masalah dalam proses pendistribusian soal.

"Dari laporan semua dinas pendidikan kabupaten dan kota se-Kalsel, UN siap dilaksanakan 16 April," ujar Herman, Sabtu (14/4/2012). Ujian kali ini diikuti sekitar 32.000 siswa di seluruh Kalsel.

Menurut Herman, sejauh ini tidak ada laporan tentang siswa yang tidak bisa ikut ujian.(kompas.com)

UN Jujur Suatu Keharusan

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/02/09/1127125620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Kejujuran adalah prasyarat utama untuk pelaksanaan ujian berdampak besar seperti ujian nasional (UN). Karena itu, penyelenggaraan UN harus dijamin jujur di semua lini.

"Tapi, UN bukanlah alat mengukur kejujuran, karena yang diukurnya berbeda," ujar Elin Driana, ahli evaluasi pendidikan dan pengajar di Universitas Hamka Jakarta, Senin (9/4/2012).

Menurut Elin, jaminan pelaksanaan UN yang jujur harus terintegrasi, tidak hanya menekan siswa semisal dengan membuat pernyataan "mengerjakan UN dengan jujur". Dalam kenyataannya, justru kecurangan UN banyak dilakukan mulai dari panitia, pengawas, hingga guru.

Terkait dengan paket soal UN yang berbeda-beda, yang tahun ini dibuat dalam lima paket, menurut Elin hal itu sah-sah saja dalam sebuah tes.

"Masalahnya, apa pemerintah bisa menjamin bahwa soal-soal ujian atau materi ujian tiap paket itu setara tingkat kesulitannya? Pernah saya temukan, soal-soal UN untuk Bahasa Indonesia, misalnya, ternyata antara satu paket dengan paket lainnya tidak setara. Ini kan merugikan peserta UN," ujar Elin.

Elin menambahkan, nilai UN tidak dapat otomatis digunakan untuk mengukur prestasi guru ataupun sekolah. Sebab, input di tiap sekolah berbeda dan bisa semakin memunculkan kecurangan bila dikaitkan dengan reputasi sekolah.(kompas.com)

Jangan Anggap UN Menakutkan

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/06/1337022620X310.JPG
SUPERIOR QUANTUM - Ujian nasional (UN) bagi sebagian besar siswa masih dianggap menakutkan, bahkan menjelang UN para guru dan orangtua pun merasa tertekan. Kondisi ini sebenarnya justru kontraproduktif. Sebab, perasaan tertekan itu dapat berpengaruh negatif secara fisik maupun psikologis.

Untuk sukses menghadapi UN, siswa, guru, dan orangtua perlu mengubah pola pikir bahwa UN bukanlah sesuatu yang menakutkan. "Jika UN dianggap sebagai sesuatu yang berat maka akan menjadi berat. Jika UN dianggap seperti hantu maka akan menyebabkan siapa pun ketakutan," kata Agus Nugroho Setiawan, master of trainer achievement motivation, di acara pembekalan menjelang UN kepada siswa SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan, Magelang, Jumat (30/3/2012).

Kepada para siswa, Agus berpesan agar menganggap ujian sebagai kebutuhan untuk mengukur kemampuan dan kompetensi diri. Sekolah juga harus menganggap ujian sebagai sarana untuk mengukur kinerja guru dan sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar.

"Jika siswa, guru, dan sekolah menganggap UN sebagai sebuah kebutuhan, maka UN justru akan dinanti kehadirannya dan dihadapi dengan perasaan senang hati, tanpa tekanan, dan terbebani sehingga hasilnya jauh lebih optimal," tambah Agus.

Setelah mengubah pola pikir, diperlukan niat dan keyakinan bahwa setiap siswa mampu mencapai kesuksesan tersebut. Hal ini akan memberikan energi positif dan semangat. Dukungan dari guru, sekolah, dan orangtua akan sangat membantu siswa dalam hal ini.

Selain itu, untuk mencapai kesuksesan, siswa harus mempunyai tujuan dan target yang jelas karena tujuan akan memberikan arah dan jalan. "Jika tujuan akhir siswa adalah lulus UN dengan nilai yang baik, maka tujuan tersebut akan memberikan arah dan jalan," tambahnya.

Selanjutnya, jika tujuan akhir sudah ditetapkan, maka diperlukan pengelolaan waktu yang baik agar siswa lebih fokus. "Pengalaman dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan, orang-orang besar dapat mencapai kesuksesan karena mampu mengelola waktu dengan baik dan fokus untuk mencapai impiannya tersebut," lanjut Agus.(kompas.com)