Tampilkan postingan dengan label ITB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ITB. Tampilkan semua postingan

Delapan Jurusan di ITB Sepi Peminat


http://assets.kompas.com/data/photo/2012/07/28/1135414p.jpgSebanyak delapan jurusan di Institut Teknologi Bandung (ITB) sepi peminat. Delapan jurusan tersebut adalah jurusan Astronomi, Meteorologi, Oceanografi, Rekayasa Kehutanan, Rekayasa Pertanian, Irigasi, Kewirausahaan, dan Pengelolaan Sumber Daya Air.

Demikian dituturkan oleh Koordinator Alumni ITB Peduli Pendidikan, Eddy Purnomo, Rabu (27/3/2013). Selama ini, di tiap jurusan, kursi yang tersedia di kelas selalu terisi separuhnya. Dengan kondisi tersebut, Eddy mengatakan, siapa saja yang mendaftar untuk jurusan-jurusan tersebut, berpeluang besar untuk diterima sebagai mahasiswa ITB.

"Sebenarnya pilihan jurusan tidaklah terlalu penting. Yang penting adalah diterima sebagai mahasiswa ITB terlebih dahulu," ujarnya.(kompas.com)

ITB Resmikan Perpustakaan Pusat

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/28/1340453-20130128eld-pendidikan-1-620X310.jpg
Institut Teknologi Bandung meresmikan perpustakaan pusat yang terletak di kawasan kampus pada Senin (28/1/2013). Gedung empat lantai ini didesain bagi mahasiswa yang bermobilitas tinggi dan mengandalkan jaringan nirkabel.

Gedung empat lantai ini didesain bagi mahasiswa yang bermobilitas tinggi dan mengandalkan jaringan nirkabel.

Persemian dilakukan Wakil Rektor ITB bidang Akademik dan Kemahasiswaan Kadarsyah. Renovasi dilakukan sejak tahun 2011 dan rampung akhir tahun 2012 meski baru diresmikan Senin ini.

"Desainnya dirombak, kini perpustakaan lebih lega dan koleksi bukunya lebih lengkap," ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Perpustakaan ITB Mahmudin.

Koleksi buku yang mereka miliki mencapai 230.000 buah, belum termasuk sumbangan dari berbagai pihak. Selain buku, juga terdapat jurnal ilmiah berbentuk fisik ataupun elektronik.

Mahmudin menjelaskan, gaya hidup mahasiswa yang tidak bisa lepas dari smartphone atau laptop juga diadopsi dengan menempatkan steker listrik di berbagai titik. Begitu pula dengan sambungan Wifi agar pengguna bisa berselancar internet di dalam bangunan.

Untuk mahasiswa atau masyarakat umum, perpustakaan tersebut juga membuka kesempatan menjadi anggota dengan iuran Rp 10.000 per tahun. Namun, mereka punya batasan, yakni hanya bisa mengakses 50.000 judul yang merupakan buku sumbangan.

"Bukan buku yang dibeli oleh ITB," ujar Mahmudin.(kompas.com)